Studio Rekaman Pertama: Lokananta, Saksi Sejarah Perkembangan Musik Indonesia

Posted on

Musik telah menyelimuti kehidupan masyarakat jaman now. Bisa sebagai penghilang stress, sebagai teman saat melakukan pekerjaan, atau sebagai alat penghidup suasana. Banyak juga orang yang hanya iseng bermain alat musik seperti gitar sampai yang mulai membuat karya musik sendiri. Untuk membuat sebuah karya musik, ada yang hanya bermodal smartphone dan aplikasi musik tapi ada juga yang harus masuk studio rekaman. Tahukah kalian di mana studio rekaman pertama di Indonesia? Jawabannya adalah Lokananta Studio.

Lokananta
Lokananta

Menurut sejarah, Menteri Penerangan dari Kabinet Kerja 1 Presiden Soekarno, R Maladi, berinisiatif untuk membuat sebuah tempat yang menjadi pusat produksi musik Indonesia agar nggak tergerus perkembangan musik barat pada tahun 1956 di Surakarta. R. Maladi kemudian mencetuskan nama Lokananta yang berarti gamelan dari surga dalam cerita pewayangan Jawa. Lokananta kemudian menjadi saksi sejarah, bagaimana musik-musik asli Indonesia tercipta dan terekam.

Nama-nama besar seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, Bubi Chen, Jack Lesmana, dan penyanyi besar lainnya lahir di Lokananta. Sekarang, Lokananta sedang merintih dilindas zaman dan teknologi. Sejak dilikuidasi 13 tahun yang lalu, Lokananta sedang berjuang untuk bertahan hidup.

Lokananta Recording
Lokananta Recording

Lokananta merupakan perusahaan rekaman musik pertama di Indonesia yang didirikan pada 29 Oktober 1956 berlokasi di kota Solo, Jawa Tengah. Tempat ini menjadi Perusahaan Negara berdasarkan PP Nomor 215 Tahun 1961. Lokananta memiliki tugas utama yakni memproduksi dan menduplikasi piringan hitam serta cassette audio. Selain itu kegiatan yang biasa dilakukan di tempat ini adalah recording, music studio, broadcasting, percetakan, dan penerbitan. Dan yang cukup menarik perhatian adalah mixer Trident London Series 80 B yang dimiliki tempat ini, kabarnya hanya ada dua di dunia. Walaupun hasilnya masih analog, akan tetapi kualitas suara yang dihasilkan justru melebihi yang secara digital.

Bagi kalian yang mengaku sebagai pecinta musik, wajib hukumnya datang kesini. Lokananta ada di Jalan Ahmad Yani Kerten, Kota Surakarta. Sebagai studio rekaman pertama di Indonesia, di sini ada museum kecil tentang bagaimana musik Indonesia berkembang dari dulu hingga sekarang. Di sini kalian bisa melihat alat-alat rekam analog sampai menengok berbagai piringan hitam untuk bahan siaran Radio Republik Indonesia (RRI). Tidak lupa juga tempat ini menyimpan rekaman berbagai lagu-lagu rakyat sampai lagu daerah, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta pidato proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Presiden Ir. Soekarno.

Lokananta Studio
Lokananta Studio

Jika berbicara mengenai Lokananta, tentu akan berbicara mengenai pembajakan. Pada tahun 1980-an, Lokananta menjadi salah satu rumah produksi musik yang sangat sukses. Lokananta pernah mencetak 100 ribu keping kaset, cukup tinggi pada zamannya. Tetapi memasuki tahun 1990-an, era pembajakan dimulai. Produksi Lokananta mengalami penurunan sangat drastis dan menyedihkan.

Puncaknya pada era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, beliau menghilangkan departemen penerangan, yang tentu berakibat dalam produksi Lokananta. Nggak lama setelah itu, Lokananta mengalami likuidasi. Ada sekitar 5000 master rekaman bersejarah ada di Lokananta, dan sampai sekarang masih terus dijaga. Bisa dikatakan bahwa Lokananta adalah simbol melawan pembajakan di Indonesia.

Lokananta Studio Mixer
Lokananta Studio Mixer

Berbagai musisi pernah melakukan sesi rekaman disini. Titiek Puspa, Ismail Marzuki, dan Gesang adalah beberapa musisi legend yang pernah merasakan proses rekaman di tempat ini. Sempat cukup aktif sampai tahun 80-an, tempat ini seakan menghilang dari perederan. Namun beberapa tahun terakhir nama Lokananta seakan bangkit dari kubur. Sejumlah musisi Indonesia mulai melakukan proses rekaman kembali di studio ini.

Pada tahun 2014, Glenn Fredly mengeluarkan album dengan tajuk Live at Lokananta. Lokananta kemudian bergeliat kembali, nama yang sebelumnya tenggelam kini perlahan bangkit. Setelah Glenn Fredly, banyak sekali musisi Indonesia yang kemudian merekam karyanya di Lokananta, sebut saja White Shoes and the Couples Company, Shaggydog, dan terakhir Pandai Besi.

Mereka bersama-sama ingin menyelamatkan Lokananta sebagai saksi sejarah tentang perkembangan musik Indonesia. Bahkan bisa dibilang, tanpa Lokananta mungkin musik Indonesia nggak bisa berkembang jauh seperti sekarang. Kini di media sosial, tagar #SaveLokananta masih hingar bingar, walau nggak semasif dulu. Tetapi setidaknya masih ada beberapa pihak yang peduli akan kelangsungan Lokananta beserta isinya.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.