Cerita Motivasi: Paku Dalam Pagar Kayu

Posted on

Ini kisah tentang seorang anak manusia. Tapi mukanya kayak kambing. Kenapa mukanya kayak kambing? Karena dia suka marah-marah gak jelas kayak kambing lagi PMS. Dia juga suka mukul-mukul gak jelas kayak banci kurang sarapan.

pagar

Akibat ulahnya itu, dia dijauhi teman-temannya, saudaranya, keluarganya, dan mantan gebetannya. Dia merasa kesepian dan sedih. Akhirnya dia mengunjungi seorang suhu dari negeri seberang. Rumah suhunya tepat di seberang jalan.

Pada hari yang telah ditentukan, dia menyeberang jalan untuk meminta wejangan. Saat di tengah jalan dia keserempet becak. Mau marah-marah, ketabrak tukang roti. Dengan keadaan seadanya dia berhasil menuju rumah suhunya yang di seberang jalan itu.

Dia mengetuk pintu rumah suhunya. Tak berapa lama sang suhu keluar, celananya basah. Celananya basah karena habis nyuci piring. Dia segera mengutarakan nasibnya yang berubah menjadi sial dan berantakan.

Sang suhu pun menasihatinya bahwa setiap dia melakukan kesalahan atau berbuat dosa pada orang lain, dia harus memaku pagar kayu rumahnya. Dia heran dan bingung. Rumahnya tidak mempunyai pagar. Dia pun menurut dan menelpon Gotz untuk membuatkannya pagar kayu.

pagar kayu

Dia menjalani aktifitas seperti biasanya. Marah-marah gak jelas dan mukul-mukul gak jelas. Kadang nyubit-nyubit gak jelas dan kedip-kedip gak jelas. Sampai akhirnya pagar kayu rumahnya penuh dengan paku. Dia sadar.

Dia kembali mengunjungi sang suhu untuk melaporkan apa yang telah dilakukannnya. Dia melaporkan telah memenuhi perintah sang suhu dan pagar kayunya telah penuh dengan paku. Sang suhu pun memberi nasihat selanjutnya. Dia disuruh minta maaf pada setiap orang yang dia sakiti dan berbuat baik pada mereka. Setiap minta maaf dan perbuatan baik maka dia harus mencopot paku di pagarnya.

Dia berubah menjadi orang yang baik hati. Mukanya gak kayak kambing lagi karena udah cukur rambut, kumis, jenggot, dan bulu mata palsunya. Setiap dia minta maaf dan berbuat baik maka dia mencopot satu paku di pagar kayunya. Hingga suatu saat pagar kayunya bersih dari paku.

Dia tercengang. Mulutnya menganga. Dia melihat dengan hati penuh kesadaran. Pagar kayunya penuh dengan lubang-lubang bekas paku. Sang suhu melambai-lambai penuh senyuman dari seberang jalan.

Dia paham. Setiap dia berbuat kesalahan memang masih bisa minta maaf dan membalas dengan perbuatan baik. Tapi tetap. Hati manusia masih menyisakan lubang. Dia pun segera bertobat dan kembali ke jalan yang lurus, jalan yang tidak berkelok-kelok.

Salam Damai Anti Galau Republik Indonesia!

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.