Review Film Cinta Dalam Kardus di Mata Blogger Sotoy

Posted on

Sudah pernah nonton Malam Minggu Miko dan ngakak sampe nangis? Belum? Saya juga belum. Pernah sih, ngakak tapi gak sampe nangis. Nah, Film Cinta Dalam Kardus ini bisa bisa di bilang Malam Minggu Miko The Movie alias Malam Minggu Miko versi layar lebar.

Malam Minggu Miko

Malam Minggu Miko adalah sebuah mockumentary comedy yang awalnya merupakan sebuah webisode yaitu tayangkan berseri di Youtube kemudian dimasukkan ke dalam televisi tepatnya Kompas TV. Semoga kalian paham.

Kalau kalian memang belum pernah nonton Malam Minggu Miko gak papa. Saya sisipkan videonya di sini. Silakan ditonton dulu. Bagi yang sudah nonton juga bolehlah bernostalgia nonton lagi. Episode pertama atau episode “Nissa” ini merupakan episode favorit saya.

Agar lebih berbobot, saya ambilkan dari Wikipedia sekalian.

Malam Minggu Miko adalah serial komedi yang dibuat oleh Raditya Dika, dimana selain sebagai pemain utama, ia juga menjadi produser, penulis cerita sekaligus pengarah dalam penggarapannya. Selain Raditya Dika, serial ini juga dibintangi oleh Ryan Adriandhy dan Hadian Saputra. Serial ini merupakan serial komedi pertama di Indonesia yang menggunakan gaya Mockumentary. Tayang mingguan di Kompas TV, terdapat dua episode dalam setiap penayangan, masing-masingnya berdurasi 12 menit.

Ini kok malah bahas Malam Minggu Miko sih? Mana review filmnya?

Oke. Maaf. Saya memang sering salah fokus. Balik lagi ke Cinta Dalam Kardus.

Dari segi cerita. Cerita dalam film anti galaur ini alurnya tidak tertebak. Karena memang dengan gaya mockumentary comedy dan dibawakan dengan stand up comedy jadi terasa mengalir begitu saja dengan flashback yang banyak. Seru untuk diikuti. Waktu satu setengah jam tidak terasa.

Dari segi kelucuan cerita. Ceritanya lucu banget. Karena menggunakan teknik yang ada di stand up comedy. Kita seperti menonton stand up comedy full dengan penggambarannya. Menurut saya lebih lucu Cinta Dalam Kardus dari pada Cinta Brontosaurus. Saya ketawa puas menonton film ini.

Kekurangan dari film ini adalah kurangnya keterlibatan Rianto Martino dan Mas Anca. Mereka hanya muncul di awal dan akhir. Saat opening dan ending. Padahal karakter mereka banyak yang merindukan atau menginginkan kemunculannya di film ini. Tapi tentu saja itu karena memang bermaksud agar cerita fokus ke Miko saja.

Tapi dibalik kekurangannya, Cinta Dalam Kardus tetep film yang keren dan kreatif. Jarang film yang menggunakan kardus sebagai setnya. Dan juga banyaknya pesan-pesan yang disampaikan oleh Miko yang dapat dijadikan renungan. Berikut ini beberapa kutipan Film Cinta Dalam Kardus yang bisa dijadikan pelajaran.

Cinta Dalam Kardus

Panggilan cinta itu untuk orang yang kita sayang kan? Kok palsu?

Ketika kita sayang sama orang, cepat atau lambat kita akan berubah menjadi orang yang berbeda.

Gue udah coba positif, tapi hasilnya tetep negatif.

Teori dasar fisika. Kemungkinan berhasil cuma 2,9%.

Gimana mau berhasil dalam hubungan kalau teori dasar fisika aja nggak ngerti?

Dalam berhubungan, lama-lama akan kena syndrom BTB, berubah tidak baik.

Maaf cuma segitu yang saya inget. Kalau mau menambahkan silakan komentar.

Intinya Cinta Dalam Kardus bagus nggak?

Menurut saya, Cinta Dalam Kardus lebih bagus dari Cinta Brontosaurus.

Salam Sotoy Anti Galau Republik Indonesia!

Sumber gambar: Wikipedia.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.