Cerita Motivasi: Dialog Antara Katak dan Siput

Posted on

Kali ini saya akan bercerita tentang Katak dan Siput. Temanya masih mirip-mirip dengan Dialog Antara Keset dan Guci. Tapi lebih tentang rumput tetangga yang lebih hijau dari bulu kaki sendiri. Hehehe. Maaf buat yang nggak punya bulu kaki.

Katak dan Siput

Begini ceritanya, saat itu Siput sedang jalan-jalan sore. Tepatnya sih ngesot-ngesot sore. Siput bertemu dengan Katak yang ketika itu sedang lompat-lompat sore. Siput merasa iri dengan Katak yang mempunyai kaki 4 dan bisa melompat seenaknya.

Siput pun menyapa Katak dan memulai percakapan.

Siput: Assalamu’alaikum. Sore Tak.

Katak: Wa’alaikumussalam. Sore juga Put.

Siput: Lagi lompat-lompat sore ya Tak?

Katak: Hehe. Iya nih Put.

Siput: Enak ya jadi lo? Bisa lompat sana-sini seenaknya. Nggak kayak gue yang bisanya cuma ngesot.

Katak: Iya sih enak. Tapi lo juga nggak tau penderitaan gue sebagai Katak.

Siput: Hahaha. Penderitaan apa? Yang ada gue menderita kemana-mana harus bawa cangkang.

Belum sempat menjawab, datang seekor elang mencari mangsa. Katak segera lari dengan penuh ketakutan. Siput tidak perlu lari ketakutan. Siput hanya perlu mengamankan dirinya ke dalam cangkang. Cepat dan mudah.

Siput

Setelah kejadian itu, Siput sadar. Ternyata setiap makhluk telah diberikan kelebihan. Sebagai makhluk harus bersyukur dan menggunakan kelebihan dengan sebaik-baiknya. Bukannya malah saling iri antar sesama makhluk.

Begitulah cerita tentang Siput dan Katak. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Salam Semangat Anti Galau Republik Indonesia!

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.