Review Film Cinta Brontosaurus Di Mata Blogger Gila

Posted on

Sudah nonton Film Cinta Brontosaurus? Sudah nonton? Bagus. Belum nonton? Kalau belum mendingan nonton dulu. Karena akan sulit memahami tulisan saya ini. Walaupun tidak ada jaminan kalau sudah nonton bakalan paham baca tulisan saya yang amburadul ini.

CINTA BRONTOSAURUS POSTER FILM RADITYA DIKA
Sumber: Wikipedia

Sebenarnya judulnya mau Review Film Cinta Brontosaurus Di Mata Blogger Amatir. Tapi judul seperti itu kurang menjual. Akhirnya judulnya di ganti jadi Review Film Cinta Brontosaurus Di Mata Blogger Gila. Lumayan menjual. Eh, gak penting ah dibahas. Cuma curhatan seorang blogger gila.

Mending kita bahas gimana film yang lumayan laris di tahun 2013 ini yaitu Film Cinta Brontosaurus. Awalnya ini adalah buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Raditya Dika. Blogger ganteng yang saat ini kadar kegantengannya masih diatas saya.

Saya mulai tau Raditya Dika sejak SMP dan mulai dari tahun 2011 saya menjadi followernya. Dia sudah menyinggung soal buku keduanya yang akan difilmkan sejak lama. Tapi baru terealisasi di tahun 2013 ini.

Bang Radith sudah menjelaskan di blognya bahwa filmnya akan jauh berbeda dengan bukunya. Itu juga sudah terjadi di film pertamanya yang berjudul Kambing Jantan. Dan ternyata di film keduanya ini memang jauh berbeda di buku dan di film. Meskipun saya lupa gimana isi Buku Cinta Brontosaurus karena udah lama banget yaitu pas SMP.

Bagi saya, menonton Film Cinta Brontosaurus kurang seru. Mungkin karena sudah tau sebagian isi filmnya dari Bang Radith sendiri. Saya sudah baca twitnya, baca blognya, nonton trailernya, dan sudah baca dan nonton behind the scenenya.

Semacam nonton sulap tapi sudah tahu triknya. Lebih seru nonton sulap dulu baru tahu triknya daripada tahu triknya dulu baru nonton sulapnya. Paham gak? Kalau gak paham ya udah. Bodo amat.

Behind The Scene Film Cinta Brontosaurus Pom Bensin
Salah satu foto Behind The Scene Film Cinta Brontosaurus di blognya Bang Radith.

Kita lanjut review dari sisi komposisi komedi yang scriptnya ditulis oleh Bang Radith sendiri. Dia bilang di Behind The Scene film Cinta Brontosaurus kalau semua ilmu komedi dipraktekkan. Itu kelihatannya bagus. Tapi bagi saya malah kurang bagus.

Kenapa kurang bagus? Karena tidak semua efektif membuat tawa. Ibarat mau gali kuburan kita bisa pake cangkul atau sekop atau sendok teh. Semuanya bisa membantu kita untuk menggali tapi tidak semua efektif. Sedikit saran dari blogger sotoy ini ya Bang. Besok dipake yang efektif aja. Eh, gak usah didengerin Bang.

Ada adegan yang mengernyitkan dahi saya (sok-sokan kayak orang tua). Ketika Si Edgar menyadarkan Bang Dika. Ketika itu Bang Dika buru-buru pergi. Seharusnya Edgar bingung dan seenggaknya menanyakan mau ke mana abangnya itu. Tapi malah Edgar cengengesan. Terkesan agak gimana gitu. Atau mungkin saya yang terlalu, atau emang skenarionya seperti itu. Edgar kan anak aneh. Jadi wajar aja kalo gitu. Entahlah.

Dan menurut saya klimaksnya kurang greget. Kenapa kurang greget? Karena tidak ada Mad Dog di film ini. Eh, salah. Karena mungkin saya yang udah tau sebagian isi film ini. Atau bisa juga karena Bang Dika kurang kacau tampilannya. Untuk malam hari mungkin lebih bagus kalau Bang Radit nyeker. Dan dalam keadaan darurat musiknya yang lumayan tegang.

Tapi dibalik semua review sotoy dari saya, saya puas dengan film ini. Ada adegan di rumah makan di mana ada figuran yang (maaf) tonggos dan itu yang melihat hanya saya. Saya lalu tertawa ke sebelah saya sambil mengucapkan kata mrongos. Padahal sebelah saya itu giginya juga agak gimana gitu. Dan saya geli sendiri. Untungnya saya tidak lupa minta maaf.

Satu lagi ya. Tidak adanya konflik yang menyangkut mantan di situ jadi kurang sedap. Padahal lumayan banyak yang kasus dengan mantannya. Terutama orang-orang sulit move on seperti sebagian pembaca blog ini. Saya yang jomblo lumayan kena tusuk pada bagian Wak Yadi. Tapi orang-orang yang sulit move on itu tidak. Kadang hidup memang kurang adil.

Sebagai penutup, saya ucapkan terimakasih kepada Raditya Dika atau yang menurut Wikipedia nama aslinya Dika Angkasaputra Moerwani. Dan juga semua pihak yang mendukung Film Cinta Brontosaurus ini. Karena kalian telah menyajikan film yang unik di mata saya. Di mata seorang blogger gila.

Salam Kreatif Anti Galau Republik Indonesia!

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.