Putra Yang Tertukar

Posted on

Hehehe. Dari judulnya mirip-mirip judul sinetron yang tenar di tahun 2011. Sinetron itu bercerita tentang 2 anak yang tertukar dan hidup di keluarga yang berbeda. Cerita ini mirip-mirip dengan sinetron itu. Di cerita ini bukan manusia tapi hewan.

Hewan ini juga sebenarnya nggak tertukar, tapi tertinggal. Kok judulnya putra yang tertukar? Ya terserah saya lah. Hehehe. Jika kalian cermat juga nggak pas kalau putra. Putra itu anak manusia kalau anak hewan harusnya pejantan. Mungkin cuma saya yang nulis sambil mengkritik tulisan sendiri. Hehehe.

Gak usah panjang lebar lagi. Yuk nikah! Eh. Yuk simak!

Alkisah ada seekor domba yang aneh. Sebut saja namanya Bunga, eh jangan, Tapir saja. Tapir tidak bisa mengembik. Dia juga tidak suka makan rumput, bunga, dan kemenyan. Bulunya juga tidak seperti domba-domba yang lain. Karena keanehannya, ia juga dibenci oleh teman-teman sepermainannya. Apalagi karena dia tidak suka memfolback teman-temannya di Twitter.

Tapir hidup penuh dengan kesedihan. Hingga suatu waktu datang sekawanan singa. Domba-domba yang lain tidak ada yang peduli dengannya. Semuanya lari tunggang langgang. Malang nasibnya, dia tertinggal karena keasyikan ngetweet.

Tapir ketakutan di tengah-tengah para singa. Tapi anehnya, tidak ada satu singa pun yang menerkamnya. Salah satu singa yang bijak mendekatinya. Singa bijak tadi menannyakan padanya kenapa ia ketakutan. Tapir tetap diam. Singa bijak tadi pun mencoba memahami apa yang terjadi.

Akhirnya singa bijak tadi mengajak Tapir ke sebuah danau yang jauh. Danau tadi sangat bening dan jarang ada hewan kesana. Tapir disuruh meminum air di danau tersebut. Belum sampai meminum seteguk air, Tapir kaget. Kaget bukan main. Ternyata wajahnya mirip singa.

Singa bijak tadi mengatakan bahwa Tapir bukanlah domba, melainkan singa. Tapir pun diajari mengaum oleh singa bijak tadi. Luar biasa! Aumannya begitu keras dan berwibawa. Tapir pun disegani oleh para singa lainnya. Ternyata Tapir adalah singa yang kuat dan gagah. Dia pun hidup bahagia sampai tua.

Begitulah kisah Tapir. Seekor singa yang dibesarkan dikalangan para domba. Hidupnya tidak enak, penuh kesedihan. Tapi begitu dia tahu bahwa dirinya singa. Dia lalu melakukan percepatan-percepatan yang bahkan singa lain tidak bisa. Mungkin kisah tadi sedikit mencerminkan kehidupan kita.

Maka kenalilah siapa diri kita. Tengoklah ke kaca. Kita adalah orang-orang hebat. Kita adalah pemuda masa depan. Kita adalah makhluk paling sempurna diantara makhluk lain. Lantas, kenapa kita galau? Terus lebih dalam lagi kita mengaca.

Kita mempunyai kemampuan-kemampuan yang kadang tidak dimiliki orang lain. Ada yang pintar menulis. Ada yang pintar bermain musik. Ada yang pintar bermain bola. Ada yang pintar bela diri. Semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Temukan dan gali agar kita bisa menjadi seperti singa yang kuat dan disegani singa lainnya.

Salam Makjleb Anti Galau Republik Indonesia!

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.