Katak Budeg

Posted on

Sebenarnya judul yang saya buat diatas setengah-setengah. Setengah Bahasa Indonesia setengah Basa Jawa. Kenapa nggak katak tuli atau kodok budeg sekalian? Enggak tahu. Dari dulu di otak saya cerita motivasi ini ya judulnya katak budeg.

Saya lupa kapan pertama kali dengar atau baca atau entahlah cerita ini. Kalau tidak salah dulu waktu jaman SMP. Guru Bahasa Inggris saya, Pak Parman yang menceritakan ini. Kalau salah maaf ya. Lalu saya dengar lagi setelah lulus SMP. Jadi, banyak versi tentang katak budeg ini. Dalam artikel ini akan saya ceritakan versi saya saja.

Cerita motivasi ini akan adalah kisah tentang 2 ekor katak. Dua ekor katak ini jatuh ke suatu lubang dengan tubuhnya juga, bukan cuma ekornya. Lubangnya juga nggak tahu lubang apa. Ada yang bilang lubang es krim, ada yang bilang lubang sumur, yang jelas bukan lubang hidung.

Ceritanya 2 ekor katak ini terjebak di dalam lubang dan kesulitan keluar. Berhubung salah satu katak ini gak punya pulsa, dia buka 0 facebook. Lalu update status, “Woi… Tolongin gue dong… Gue jatuh di lubang nih… Susah banget keluarnyaaah…”.

Lalu katak yang satunya ngapain? Katak yang satunya cuma bisa teriak-teriak karena nggak punya akun facebook. Punya akun facebook juga percuma. Dia juga nggak punya hp. Maklum, dia kan katak.

Beberapa menit kemudian, datanglah hewan-hewan lain. Mereka bermaksud untuk menolong 2 katak ini, tapi lubang terlalu dalam. Mereka hanya bisa memberikan semangat melalui kata-kata.

“Cemungudh ea kakak!” kata salah satu hewan.
“Aku padamu kakak!” kata yang satunya lagi.

Setelah beberapa lama, tak ada satupun yang berhasil keluar. Penonton juga mulai bosan. Penonton yang tadinya menyemangati, sekarang malah berbalik menggembosi semangat 2 katak ini.

“Ngapain lu loncat-loncat terus? Nggak capek apa?” kata salah satu hewan.
“Percuma lu loncat-loncat. Ngabisin tenanga. Mendingan diem aja nunggu ajal lu dateng ke sini.” kata hewan satunya lebih sadis.

Salah satu katak itu pun berhenti meloncat. Tapi katak yang satunya masih tetap loncat. Bukannya semakin loyo, katak yang ini semakin semangat loncatannya. Melihat ada katak yang semangat meloncat, hewan-hewan lain juga semakin bersemangat untuk meneriaki agar katak ini menyerah.

Akhirnya satu katak ini berhasil keluar. Dia ditanya hewan-hewan lain kenapa ia begitu semangat. Dia diam saja. Bukannya sombong, ternyata katak ini budeg alias tuli! Dia tidak mendengar omongan negatif orang lain. Dia malah mengira orang lain memberikan semangat.

Begitu juga dalam kehidupan ini. Banyak sekali ocehan negatif orang lain pada kita. Abaikan saja, pura-pura tuli saja. Anggap saja mereka menyemangati kita. Sehingga kita tetap fokus dalam usaha menggapai sukses kita.

Jadi begitulah, silakan renungkan dan ambil hikmah. Jangan lupa juga komen di bawah biar yang lain juga termotivasi.

Sekian dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf mengingat saya bukan anaknya Mario Teguh.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.