9 Penyebab Keringat Berlebih, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Posted on

Apa sih penyebab keringat berlebih? Menjelang istirahat ada saatnya terjadi hal-hal diluar kebiasaan. Misalnya tiba-tiba kalian merasa sangat kepanasan dan berkeringat. Nggak jarang walau di luar cuaca sedang dingin, atau pendingin ruangan telah dalam suhu ideal, tetap saja keringat kalian bercucuran.

Ada kalanya situasi ini memang masih dapat ditolerir dan dalam kadar normal. Namun kayak dikutip dari laman WebMD, andai ini terus terjadi tiap malam dan mulai mengganggu istirahat kalian, barangkali ini saatnya untuk mendatangi dokter. Keringat yang  nggak normal misalnya di malam hari adalah ketika keringat udah mengairi baju dan alas istirahat kalian yang nggak ada hubungannya dengan suhu ruangan. Apa penyebab keringat berlebih?

Penyebab Keringat Berlebih
Penyebab Keringat Berlebih

Ada 9 penyebab keringat berlebih di malam hari. Untuk mengejar penyebabnya, dokter mesti menyaksikan riwayat medis kalian. Ada beberapa dugaan penyebabnya misalnya:

1. Menopouse
2. Hiperhidrosis idiopatik
3. Infeksi
4. Kanker
5. Pengobatan
6. Hipoglikemi
7. Kelainan hormonal
8. Kondisi neurologik
9. Keringat dingin

Mari ulas 9 penyebab keringat berlebih ini.

9 Penyebab Keringat Berlebih

1. Menopouse
Rasa panas yang tiba-tiba saja menyerang pada malam hari, besar kemungkinan berawal dari proses menopouse pada wanita. Ini merupakan hal yang wajar terjadi.

2. Hiperhidrosis idiopatik.
Ini merupakan kondisi saat tubuh secara kronis memproduksi terlalu banyak keringat tanpa penyebab medis yang dapat dikenali.

3. Infeksi
Infeksi kayak Tubercolusis merupakan yang paling sering dihubungkan sama keringat di malam hari. Namun infeksi bakteri, sepeti endokarditis atau peradangan di katup jantung juga dapat memicu keringat. Atau dapat juga osteomyelitis atau peradangan di tulang dan abses yang dapat menyebabkan timbulnya keringat di malam hari. Keringat pun merupakan fenomena dari infeksi HIV.

4. Kanker
Keringat di malam hari dapat juga bisa jadi pertanda awal masalah kanker. Umumnya pada permasalahan limfoma. Namun seringkali orang yang didiagnosa dengan kanker pun menunjukkan fenomena lain kayak berat badan turun atau demam.

5. Pengobatan
Jika kalian sedang mengonsumsi obat antidepresan besar bisa jadi dari sinilah hadir keringat berlebih itu. Antidepresan atau obat buat pengendali depresi terbukti pada 8-2 persen pemakainya memang memunculkan keringat berlebih. Ada pula obat jenis beda yang juga berefek pada timbulnya keringat walau nggak terlampau banyak. Yakni aspirin dan acetaminophen.

6. Hipoglikemi
Hipoglikemi atau kadar gula darah rendah juga dapat memicu timbulnya keringat. Pada mereka pengidap diabetes yang memakai insulin atau obat diabetes oral, bekeringat ketika malam besar kemungkinan merupakan pertanda gula darah mereka sedang rendah. Biasanya dalam situasi ini yang muncul yaitu keringat dingin.

7. Kelainan hormonal.
Perasaann panas atau berkeringat berat ketika malam hari mungkin juga terjadi karena sejumlah kelainan hormonal. Termasuk pheochromocytoma, sindroma karsinoid, dan hipertiroidisme.

8. Kondisi neurologik.
Meski nggak umum, situasi neurologik tergolong disrefleksia autonomik, posttraumatik syringomelyelia, stroke, dan autonomik neuropathy mungkin mengakibatkan keringat berlebih.

9. Keringat dingin.
Keringat dingin memang bukan masalah medis, tapi dapat menjadi fenomena dari masalah kesehatan yang lain, kayak cedera serius yang menyebabkan rasa nyeri, shock, serangan jantung, dan sesak nafas.

Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Jika kaliana merasakan keringat berlebihan dan diakibatkan oleh sebuah penyakit, maka yang harus dilakukan yaitu mengatasi penyebabnya. Misalnya, bila diakibatkan oleh gangguan tiroid, maka yang dilakukan yaitu dengan mengobati atau mengerjakan operasi tiroid.

Jika keringat berlebih diakibatkan masalah gula darah pada penderita diabetes, maka usaha mengontrol gula darah dapat dilaksanakan guna menghilangkan keringat berlebih.

Sementara teknik menghilangkan keringat berlebih lainnya yaitu lewat pengobatan. Pengobatan keringat berlebih yang terjadi pada unsur tubuh tertentu bertujuan untuk meminimalisir gejala, contohnya dengan menyerahkan suntikan botox guna menghentikan kegiatan saraf yang merangsang timbulnya keringat berlebih.

Di samping itu, teknik yang dapat dilakukan yaitu dengan menyerahkan antiperspiran berbentuk roll-on, spray, lotion atau dengan obat yang bisa menghambat kelenjar keringat. Cara lainnya ialah dengan mengerjakan operasi. Operasi tersebut dapat berupa operasi pelantikan kelenjar keringat atau mencukur saraf pada unsur dada yang dapat merangsang keringat berlebih.

Pengangkatan jaringan lemak pada wilayah yang merasakan keringat berlebih pun dapat dilaksanakan untuk meminimalisir produksi keringat. Di samping itu, dapat dilaksanakan iontophoresis, yakni perawatan memakai rangsang listrik tegangan rendah guna menghentikan fungsi kelenjar keringat sementara.

Meski nggak semua keringat berlebih menandakan kalian mempunyai penyakit yang berbahaya, namun kalo disertai gejala lain dan semakin mengganggu, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Lebih baik konsultasi dengan dokter daripada kalian menebak sendiri.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.