Jangan Anggap Enteng Alergi Kulit Pada Anak, Kenali Jenisnya

Posted on

Angka terjadinya penyakit akibat alergi meningkat baru-baru ini, sejalan dengan perubahan pola hidup masyarakat modern. Perubahan pola hidup masyarakat ini menyebabkan lingkungan yang mempergampang terjadinya alergi.

Pernahkah anak merasakan gejala alergi pada kulit? Rasa gatal dan kemerahan, bahkan bengkak pada kulit, tidak jarang mengganggu kegiatan anak. Redaksi Cinta Damai berusaha menjelaskan mengenai gejala alergi kulit pada anak dan sekian banyak macam penyebabnya.

Alergi Kulit Pada Anak
Alergi Kulit Pada Anak

Mekanisme Terjadinya Alergi

Alergi terjadi ketika sistem imunitas tubuh bereaksi terhadap benda asing, yang mungkin untuk orang lain nggak berbahaya. Saat benda asing masuk, tubuh memproduksi antibodi supaya benda asing itu nggak menyebabkan penyakit. Di orang yang punya alergi, antibodi diproduksi walau benda asing tersebut nggak berbahaya. Saat terjadi kontak dengan alergen (bahan yang mengakibatkan alergi), tubuh bakal bereaksi dengan membuat kulit meradang, kadang juga menimbulkan gangguan sinus, pernafasan, atau pencernaan.

Penyebab Alergi Kulit pada Anak

Alergi kulit pada anak dapat diakibatkan oleh sejumlah jenis alergen, dengan jenis fenomena yang bertolak belakang pula. Misalnya, eksim atopik, alergi makanan, alergi obat, dermatitis kontak alergik, dan alergi dingin. Berikut ini ulasan jenis-jenis alergi tersebut:

1. Eksim atopik

Eksim atopik atau dermatitis atopik ialah suatu situasi ruam pada kulit yang terjadi pada orang yang berbakat atopi, yaitu pribadi yang mempunyai riwayat kepekaan dalam keluarganya. Faktor penyebabnya sehubungan dengan hal genetik, lingkungan, obat-obatan, dan imunitas kulit. Eksim atopik dapat dirangsang oleh makanan (misalnya susu, telur, gandum, kedelai, dan kacang tanah) dan tungau debu rumah.

Eksim atopik sangat sering hadir saat anak berusia nggak lebih dari 1 tahun, seringkali dimulai dari umur 2 bulan. Namun, jenis alergi ini dapat juga berlanjut hingga anak berusia 2-10 tahun, bahkan sampai usia remaja dan dewasa. Lesi eksim atopik pada anak umur di bawah 2 tahun seringkali muncul di muka (dahi dan pipi), berbentuk bintil, kemerahan, lepuh halus, basah, dan keropeng. Lesi dapat meluas ke kulit kepala, leher, pergelangan tangan, lengan, dan tungkai. Bagi anak umur 2 tahun ke atas, format lesi kulit seringkali lebih kering, berupa bintil, penebalan kulit, dan agak bersisik. Lokasinya dapat berada di lipat siku, lipat lutut, pergelangan tangan unsur telapak, kelopak mata, dan leher, tetapi jarang di muka.

Untuk mencegahnya, kalian mesti menyingkirkan bahan-bahan iritan yang dapat merangsang gatal pada anak. Misalnya, sabun, deterjen, dan bahan kimia. Kalian juga sebaiknya jangan sering memandikan anak, juga jangan menggosok kulit anak saat mengeringkan tubuhnya dengan handuk, cukup keringkan dengan teknik ditepuk-tepuk. Di samping itu, pakai sabun yang berisi pelembab dan pH netral, bilas pakaian yang dibersihkan menggunakan deterjen dengan baik, dan segera ganti popok anak saat ia buang air guna menghindari iritasi oleh cairan urin dan feses.

2. Alergi Makanan

Alergi makanan ialah reaksi sistem imun sesaat sesudah anak memakan makanan tertentu. Reaksi ini dapat berupa pembengkakan pada bibir, lidah, dan saluran napas, pun gangguan pencernaan kayak diare dan biduran. Alergi makanan sebetulnya jarang memunculkan kelainan pada kulit, namun ada sejumlah kasus alergi makanan yang reaksinya timbul pada kulit. Jenis makanan yang sering memunculkan alergi ialah susu, telur, makanan laut, kacang tanah, kedelai, dan gandum.

Manifestasi alergi makanan pada kulit lazimnya bervariasi, dari biduran dan/atau bengkak pada kulit, sampai ruam yang serupa campak. Alergi makanan juga dapat menjadi pencetus dermatitis atopik atau eksim atopik pada anak. Dalam masa-masa 2 jam sesudah mengonsumsi makanan tertentu, bakal terjadi gatal dan kemerahan yang mengakibatkan anak menggaruk, yang mengakibatkan kambuhnya eksim atopik.

3. Alergi Obat

Reaksi alergi obat pada kulit adalah hasil dari pelepasan histamin. Gejalanya dapat berupa biduran, kulit kemerahan, dan gatal. Gejala ini dapat juga disertai mata merah dan pembengkakan pada mulut dan tenggorokan. Jika alergi obat terjadi dalam format berat, anak dapat mengalami anafilaksis, di mana gejalanya ialah sesak napas, kulit kebiruan, pusing, pingsan, nadi cepat, mual, dan lain-lain.

4. Alergi dingin

Alergi dingin atau urtikaria dingin ialah reaksi alergi pada kulit, di mana kulit menjadi merah, bengkak, dan gatal jika terpapar suhu yang dingin. Gejala alergi dingin ialah pembengkakan dan kemerahan sedangkan pada kulit jika kulit terkena suhu dingin, dan semakin membengkak ketika kulit menghangat. Alergi dingin juga dapat berupa pembengkakan pada tangan ketika memegang objek yang dingin, dan bengkak pada bibir dan kerongkongan ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin.

5. Dermatitis Kontak Alergik

Dermatitis kontak alergik ialah reaksi alergi pada kulit akibat kontak dengan sebuah bahan kimia tertentu. Jenis alergi ini hanya mengenai orang dengan suasana kulit yang sangat peka (hipersensitif).

Gejalanya ialah gatal, lantas timbul bercak kemerahan yang berbatas tegas, kemudian bengkak, berbintil, dan lepuh. Pada permasalahan yang menahun, kulit terlihat kering, bersisik, menebal, berbintil, dan mungkin pun ada retakan pada kulit. Dermatitis kontak alergik ini bisa meluas ke unsur kulit yang lain.

Berikut ini adalah bagian tubuh mana saja yang dapat terkena dermatitis kontak alergik dan bahan kimia yang mencetuskannya:

– Tangan (deterjen, antiseptik, getah sayuran, semen, dan pestisida).

– Lengan (jam tangan (nikel), sarung tangan karet, debu semen, dan tanaman).

– Wajah (bahan kosmetik, spons (karet), obat oles, alergen di udara, dan tangkai kaca mata (nikel)).

– Telinga (anting, tangkai kaca mata, gagang telepon, dan cat rambut).

– Leher (kalung, parfum, zat pewarna pakaian, dan alergen di udara).

– Badan (tekstil, zat warna, kancing logam, karet, busa, plastik, deterjen, bahan pewangi, dan pelembut pakaian).

– Alat kelamin (antiseptik, nilon, alergen yang sedang di tangan, parfum, dan deterjen).

– Paha dan tungkai bawah (tekstil, dompet, kunci (nikel), kaos kaki nilon, obat oles, semen, sepatu, sandal, deterjen, dan bahan pembersih lantai).

– Seluruh tubuh (jarang terjadi).

Sumber:

  • Djuanda, Adi., Hamzah, Mochtar., Aisah, Siti, et al. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 2009; 4: 133-145.
  • Mayo Clinic. Cold Urticaria. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/basics/definition/con-20034524.
  • Mayo Clinic. Food Allergy. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/basics/definition/con-20019293
  • Munasir, Zakiudin. Mengenal Alergi pada Anak, 2016;1:xii.
  • WebMD. Are You Allergic to Your Medicine? http://www.webmd.com/allergies/allergies-medications.
Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.