Mencabut Gigi Susu Jangan Sembarangan atau Ini Akibatnya

Posted on

Gigi susu adalah gigi sementara yang nantinya mengalami pergantian dengan gigi permanen atau gigi dewasa. Gigi susu ini pada lazimnya tumbuh saat anak berusia antara 6 bulan sampai 2 tahun. Walaupun demikian ada pula bayi yang mulai tumbuh gigi kurang dari umur 6 bulan.

Ketika anak berumur antara 6-7 tahun, gigi seri dewasanya mulai tumbuh secara bertahap. Pertumbuhan ini umumnya selesai ketika gigi geraham dewasa tumbuh pada antara umur 12-13 tahun. Ada juga yang nggak mengalami tumbuhnya geraham paling belakang walaupun usianya telah dewasa.

Peralihan antara gigi susu dan gigi dewasa mau nggak mau harus melewati proses tanggalnya gigi susu, karena harus terdapat ruang untuk gigi dewasa. Dalam proses ini, masing-masing anak terpaksa harus merasakan peristiwa “cabut gigi”. Nggak semua anak gembira menghadapi peristiwa ‘penting’ ini. Terutama, bila ia mesti mengalaminya di ruang dokter gigi dengan ragam peralatan yang menakutkan.

Gigi Susu Copot pada Anak
Gigi Susu Copot pada Anak

Apa itu Gigi Susu?

Gigi susu ialah gigi-gigi awal pada manusia dan mamalia difiodon lainnya. Gigi susu berkembang pada tahap embrio lalu hadir (dalam kata lain, mulai tampak di mulut) ketika masih bayi. Gigi ini seringkali akan copot dan digantikan oleh gigi permanen.

Gigi susu terdiri atas 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Totalnya mencapai 20 gigi. Sementara itu, pada orang dewasa, totalnya mencapai 32.

Lazimnya, gigi permanen lebih besar dari gigi susu. Gigi permanen yang baru muncul pun lazimnya mempunyai mamelon (tonjolan kecil yang bakal hilang dengan sendirinya). Di samping itu, akar pada gigi susu lebih pendek dan tipis daripada gigi permanen, sehinga gigi susu lebih gampang copot. Enamel gigi susu juga lebih tipis, oleh karena itu warna gigi susu lebih putih. Namun, karena sedikitnya enamel dan dentin, gigi susu menjadi lebih gampang berlubang.

Apa Perbedaan antara Gigi Susu dan Gigi Permanen?

Seperti yang telah kalian ketahui, ada dua jenis gigi, yakni gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu hanya muncul sebentar lantas digantikan dengan gigi permanen. Tapi, tahukah kalian perbedaan antara gigi susu dan gigi permanen?

1. Jumlah dan komposisi gigi.

Perbedaan yang paling mencolok antara gigi bayi dan gigi dewasa ialah jumlah dan komposisi gigi. Gigi permanen memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan gigi susu. Gigi susu pada anak totalnya 20 gigi, yang terdiri dari 4 gigi seri depan, 4 gigi seri samping, 4 gigi taring, dan 8 gigi geraham. Sedangkan, gigi permanen totalnya 32 gigi, terdiri dari 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, dan 12 gigi geraham belakang.

2. Bentuk dan struktur gigi.

Kalo diliat dari ukurannya, gigi susu tentu berbeda dengan gigi permanen. Lazimnya gigi permanen berbentuk lebih besar dibandingkan dengan gigi susu. Di samping itu, gigi permanen depan yang baru tumbuh seringkali juga mempunyai mamelon, yakni tonjolan kecil pada gigi yang akhirnya bisa hilang sendiri.

Akar di dalam gigi pun berbeda. Gigi susu mempunyai akar yang lebih pendek dan lebih tipis dibandingkan dengan gigi permanen. Hal ini mengakibatkan gigi pada bayi lebih gampang tanggal dibandingkan dengan gigi permanen pada dewasa. Di samping itu, akar yang pendek pun bertujuan untuk memberikakan ruang lebih banyak untuk gigi permanen berkembang sebelum waktunya muncul. Akar pendek ini juga dapat hilang ketika gigi tanggal dan digantikan dengan gigi permanen.

3. Enamel dan dentin gigi susu lebih tipis.

Enamel gigi susu lebih tipis dibanding gigi permanen, maka nggak heran gigi bayi ini mempunyai warna yang lebih putih daripada gigi permanen pada umumnya. Akan tetapi, enamel dan dentin yang lebih tipis mengakibatkan gigi bayi lebih gampang buat mengalami kerusakan dan gigi berlubang.

Jika gigi susu sedikit saja berlubang, perkembangannya lebih cepat mencapai saraf gigi. Hal ini mengakibatkan gigi pada bayi lebih rentan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, paling disarankan supaya kesehatan gigi dipertahankan sejak kecil bahkan semenjak gigi mulai tumbuh. Namun disayangkan, tidak sedikit orangtua yang belum menyadari pentingnya kesehatan gigi anaknya semenjak gigi muncul.

Mencabut Gigi Susu
Mencabut Gigi Susu

Apakah Gigi Susu bakal Tanggal Semua dan Digantikan dengan Gigi Permanen?

Gigi susu pertama anak bakal mulai tumbuh di umur 8-12 bulan, dan terus tumbuh satu per satu sampai berjumlah 20 buah. Gigi susu pun bakal copot satu per satu, dimulai dari gigi susu seri dan disusul dengan gigi taring sampai gigi geraham. Semua gigi cilik itu akan digantikan oleh gigi permanen saat waktunya tiba.

Dua puluh gigi dewasa bakal tumbuh seiring masa tumbuh kembang anak guna menggantikan 12 buah gigi susu lamanya. Dua belas sisa gigi dewasa lainnya bakal tumbuh secara bertahap. Dengan demikian, total gigi permanen anak yang bakal ia miliki ketika dewasa nanti bakal berjumlah 32 buah.

Apa Alasan yang Tepat guna Mencabut Gigi Susu?

1. Ketika gigi susu goyang.

Saat gigi susu goyang, itu adalah pertanda gigi tersebut harus segera dicabut. Ketika menghadapi situasi kayak gini, kalian nggak perlu terburu-buru membawa anak ke dokter gigi. Kalian bisa ‘mencabut’ sendiri gigi tersebut.

Caranya, goyangkan perlahan gigi tersebut setiap saat. Bila situasi gigi dan mulut secara keseluruhan aman dan tinggal sedikit bagian yang menempel, kalian dapat membantu menarik keluar gigi itu dengan memakai kapas dingin. Bisa juga dengan membiarkan gigi itu copot secara alami.

Jangan sembarangan mencabut gigi, misalnya dengan benang. Cara yang salah malah dapat membuat bibir lecet. Rasa sakit akibat dicabut paksa juga dapat mengakibatkan trauma pada anak. Lebih baik bawa ke dokter gigi jika dirasa perlu.

2. Ketika gigi susu tersundul.

Bila terdapat bagian dari gusi anak yang memutih, dan barangkali tajam bila diraba, itu adalah salah satu tanda gigi dewasa sudah siap keluar. Pada situasi ini, meskipun gigi susu masih melekat sempurna dan kuat pada gusi, ada baiknya dicabut. Gigi yang saling bersundulan ini juga kadang terasa kurang nyaman di mulut.

Kalian boleh meminta pertimbangan dokter untuk menarik keluar gigi susu. Hal ini dilakukan supaya gigi dewasa besok tumbuh dengan bagus, rapi, dan sempurna. Kalau dibiarkan takutnya gigi anak nantinya perlu dibehel ketika remaja hanya sekadar untuk merapikan.

3. Ketika gigi susu mengalami karies.

Pada anak yang sudah berumur 7 tahun ke atas yang mempunyai gigi karies (gigi berlubang), khususnya pada gigi seri, pencabutan gigi dapat dipertimbangkan. Meskipun gigi dewasa belum terlihat ada tanda-tanda buat muncul, mencabut gigi yang mengalami karies dapat dipertimbangkan. Konsultasikan hal ini ke dokter gigi.

Karies pada gigi dapat mengakibatkan saraf gigi menjadi rusak. Kerusakan ini dapat mengakibatkan gangguan pada perkembangan gigi dewasanya kelak. Lebih baik dicabut, tentu saja setelah berkonsultasi dengan dokter gigi.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.