Yuk, Kenali Gejala Penyakit Difteri dan Cegah Sebelum Menyebar pada Keluarga

Posted on

Difteri itu penyakit yang gampang banget nular. Akibatnya pun ngeri, bisa bikin mati! Maka dari itu, kita perlu melindungi keluarga kita dari penyebaran penyakit difteri ini. Banyak hal yang perlu kita tahu.

Obat untuk Suntikan
Obat untuk Suntikan

Gimana Difteri Bisa Nyerang Tubuh?

Difteri adalah penyakit menular. Penularannya pun sangat gampang terjadi, di antaranya dengan:

  1. Percikan ludah pas pengidap bersin atau batuk.
  2. Kena papar dari barang punya penderita, kayak handuk yang udah terkontaminasi.
  3. Sentuhan langsung di luka terbuka karena difteri, di kulit penderita difteri.

Dari penularan itu, bakteri difteri akan ngebentuk racun yang akan mematikan sel sehat di tenggorokan. Setelah itu, sel mati ini akan ngebentuk jadi membran (lapisan tipis) warnanya abu-abu di tenggorokan. Nggak berhenti sampai di situ. Racun ini juga bisa nyebar ke aliran darah, bahkan ngerusak ginjal, jantung, sama sistem saraf. Ngeri cuy!

Gimana Gejala Difteri?

Menurut Jurnal Pediatri, pada umumnya, difteri punya masa inkubasi sekitar 2-4 hari, mulai dari bakteri masuk ke badan sampai gejala penyakit muncul. Gejala difteri itu sendiri antara lain:

  1. demam dan menggigil
  2. munculnya lapisan tipis abu-abu dan menutupi tenggorokan serta amandel
  3. sakit tenggorokan dan suara serak
  4. kelenjar limfe pada leher membengkak
  5. sulit bernapas
  6. tubuh terasa lelah dan lemas,
  7. juga pilek, yang diawali cairan encer yang kelamaan menjadi kental dan kadang bercampur darah.

Selain area tenggorokan, difteri juga bisa nyerang kulit dan menimbulkan luka kayak borok. Luka ini bisa sembuh dalam beberapa bulan, tapi bakalan ninggalin bekas.

Tapi ada juga kondisi di mana difteri yang nggak nunjukkin gejala apa pun. Bila ini kejadian, tentunya penderita nggak nyadar kalo dirinya terinfeksi, hingga akhinya gampang nularin bakteri itu ke orang lain, terutama yang belum pernah dapat imunisasi.

Cara Ngobatin Difteri

Buat langkah pengobatannya, kalian akan diminta ngejalanin cek sampel lendir pada tenggorokan, hidung, dan luka kulit di laboratorium. Tapi bisa juga, dokter bakalan langsung melakukan tindakan kalo kalian diduga kuat mengidap bakteri ini.

Dokter Mengisi Obat di Suntikan
Dokter Mengisi Obat di Suntikan

Selain ngejalanin perawatan di ruang isolasi sepanjang dua hari, kalian bakalan dapat dua macam obat. Yaitu antitoksin buat menetralisir racun difteri dalam tubuh, dan antibiotik guna membunuh bakteri serta menyembuhkan infeksi. Dosis penggunaan antibiotik tergantung sama tingkat keparahan gejala dan lama pasien menderita difteri.

Pas masa pengobatan, kalian perlu minum obat secara rutin selama dua minggu. Tapi bila dokter masih menemukan bakteri difteri di dalam tubuh kalian, pengobatan antibiotik akan dilanjutkan selama 10 hari ke depan.

Yang Terjadi Bila Difteri Nggak Segera Diobati

Apabila penyakit ini nggak segera ditangani, akan memicu beberapa komplikasi yang bakalan mengancam jiwa. Misalnya, penyakit ini bisa memicu komplikasi lainnya, bahkan mengancam jiwa. Misalnya:

  1. Sel-sel yang mati di tenggorokan bisa ngehambat pernapasan. Bahkan partikel membrannya bisa luruh ke paru-paru sampai memicu peradangan dan gagal napas.
  2. Racun difteri juga bisa nimbulin masalah sulit menelan, masalah di saluran kemih, juga pembengkakan di saraf tangan dan kaki.
  3. Toksin difteri bisa juga masuk ke jantung dan nimbulin peradangan otot jantung. Kondisi ini pun buntutnya bisa bikin detak jantung nggak teratur, gagal jantung, sampai kematian mendadak.

Lakukan Ini Kalo Terkena Difteri

Selain berobat ke dokter, ini yang perlu kalian lakukan biar lekas pulih kembali:

  1. Bed rest alias istirahat total di tempat tidur selama beberapa minggu, sampai tubuh benar-benar pulih.
  2. Sebisa mungkin, batasi atau kurangi aktivitas fisik, terutama bila jantung ikut terpapar.
  3. Nggak bersosialisasi dengan orang lain, sehingga mengurangi kemungkinan bakteri difteri tersebar ke orang lain.
  4. Menyantap asupan sehat, terutama sayuran dan buah-buahan, kayak brokoli sama alpukat.

Agar Kalian dan Keluarga Terhindar dari Difteri

Buat yang satu ini, udah pasti kalian harus memastikan kalo seluruh anggota keluarga udah ngejalani imunisasi DPT secara lengkap, seperti yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kalian juga perlu nerapin pola makan sehat. Misalnya selalu ngelengkapi menu utama di rumah pakai sayuran dan lauk yang kaya vitamin, mineral, dan asam lemak.

Obat di Suntikan
Obat di Suntikan

Selain itu, kalian bisa mulai nerapin kebiasaan mencuci tangan. Terutama sebelum makan, sehabis buang air, setelah kegiatan di luar ruangan. Juga selalu ngejaga kebersihan lingkungan, terutama tempat tinggal, sampai bakteri difteri nggak berkembang biak dan menyerang anggota keluarga tercinta.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.