Bisa Jadi Ini 8 Penyebab Hilangnya Motivasi dan Semangat Hidup

Posted on

Manusia biasa sewajarnya pernah kehilangan motivasi saat ingin menggapai sesuatu. Nggak hanya menyulitkan diri sendiri, kehilangan motivasi juga akan menyulitkan banyak pihak. Akibatnya rasa malas terkadang menghampiri dan melupakan tujuan awal seseorang.

Udah bikin to-do list pekerjaan, lalu merasa bakal semangat ngerjain itu semua, tapi tiba-tiba akhirnya malah males. Waktu tersita oleh main game, baca komik, nonton film, facebook-an, jalan-jalan, dan kerjaan-kerjaan menyimpang lainnya. Ada juga yang malah jadi cuman ngemil dan tidur-tiduran seharian. Akhirnya kerjaan nggak ada yang beres-beres.

Hilang Motivasi
Hilang Motivasi

Sebelum diuraikan mengenai beragam penyebab hilang motivasi dalam bekerja, ada penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi saat seseorang berada dalam situasi hilang motivasi. Tingkat motivasi yang turun atau bahkan sampai hilang sama sekali sering juga disebut sebagai demotivasi.

Demotivasi ini adalah situasi di mana seseorang merasa lelah, ingin berhenti, hilang semangat hidup, dan berbagai perasaan lain yang menghilangkan semangat dalam bekerja. Perasaan ini bisa timbul kapan saja, mentalitas seperti ini sebenarnya muncul karena berbagai sebab dan seringkali sebab yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri.

Tapi nggak semua orang bisa memahami kenapa dia bisa mengalami hal itu. Untuk itu, sebaiknya dipahami apakah hal-hal di bawah ini jadi penghalang untuk tetap termotivasi. Nah berikut ini adalah 8 hal yang bisa jadi sebab kenapa tiba-tiba down, hilang motivasi, dan nggak semangat ngapa-ngapain. Semoga dengan mengetahui 8 sebab ini, kalian bisa mengatasinya. Mari simak di artikel satu ini!

1. Bekerja Terlalu Keras dan Terjebak Rutinitas Monoton

Bekerja Terlalu Keras dan Terjebak Rutinitas Monoton
Bekerja Terlalu Keras dan Terjebak Rutinitas Monoton

Eits, jangan salah. Manusia yang bekerja terlalu keras juga bisa kehilangan motivasinya lho. Maka dari itu, penting buat kalian untuk istirahat dalam melakukan kegiatan apapun. Gak ada salahnya kok bekerja keras. Tapi kalian harus tau kemampuan diri juga. Karena jika dipaksakan, fisik dan mental kalian akan kelelahan dan malah bisa membuat kalian menyerah.

Setiap orang pasti memiliki rutinitasnya masing-masing. Ada yang sehari-harinya diharuskan untuk mengurus rumah, bersekolah, menyelesaikan perkerjaan di kantor, dsb. Kegiatan tersebut merupakan kewajiban yang ditujukan padanya dan harus dilakukan sesuai dengan peran yang mereka jalani.

Tetapi, karena begitu seringnya frekuensi pengulangan rutinitas tersebut, yang akhirnya justru membuat mereka merasa jenuh. Ditambah lagi mereka nggak bisa menghindar dari rutinitasnya, mengingat bahwa kegiatan tersebut adalah kewajibannya.

Jika seandainya mereka bisa menghindar begitu saja dari rutinitasnya, berhenti tanpa alasan yang jelas. Tentu saja berarti mereka benar-benar sudah siap untuk menghancurkan kehidupannya sendiri. Dianggap sebagai orang yang nggak bertanggung jawab.

2. Merasa Hasil Kerja Kurang Dihargai

Kurang Dihargai
Kurang Dihargai

Buat kalian yang berpikir bahwa uang adalah segalanya, coba pikir lagi deh. Mungkin ada saat di mana kalian berpikir bahwa kalian bekerja untuk mendapatkan gaji. Meskipun itu ada benarnya, tapi sebenarnya banyak yang merasa bahwa yang terpenting adalah apa yang dikerjakan dapat diperhitungkan oleh perusahaan.

Ya, semua orang ingin apa yang mereka kerjakan diapresiasi, lebih dari sekadar mendapatkan gaji setiap bulannya. Tapi hasil kerja yang seperti apa yang patut diapresiasi? Jadi kalau kalian kurang motivasi, lihat apakah ada kemajuan atau sesuatu yang luar biasa dari hasil kerjaan kalian.

3. Terlalu Fokus Sama Kesalahan dan Kekurangan

Terlalu Fokus dengan Kesalahan dan Kekurangan
Terlalu Fokus dengan Kesalahan dan Kekurangan

Guys, manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Jika kalian ingin maju, di sepanjang jalan mau tidak mau kalian pasti akan membuat kesalahan. Mungkin jika kesalahannya kecil, kalian bisa dengan mudah menebusnya. Tapi ada kesalahan besar atau fatal yang terkadang membuat kepikiran sehingga kehilangan motivasi atau mungkin semangat hidup untuk menjadi lebih baik. Jadi kepikiran terus.

Selanjutnya, membuat daftar berbagai kekurangan yang dimiliki justru sangat dianjurkan, untuk kemudian dilakukan tindakan penyelesaian agar nggak selalu dibayangi oleh kekurang-kekurangan tersebut. Tapi sebaliknya, akan menjadi bumerang jika malah terlalu memikirkan dan mendramatisirnya menjadi penyesalan-penyesalan yang nggak ada manfaatnya sama sekali.

Mereka yang demikian memiliki kecenderungan untuk selalu ngeluh, lantas melampiaskan ketidakpuasannya dengan meyalahkan takdir. Mereka kadang lupa bahwa sesungguhnya Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melibihi takaran atau kadar kemampuan dari masing-masing hambanya.

4. Takut Gagal

Takut Gagal
Takut Gagal

Kadang pikiran akan kegagalan di masa depan membuat orang nggak jadi melakukan sesuatu. Buat orang yang punya keraguan tinggi, risiki kegagalan selalu dipikirkan. Nggak bisa dipungkiri, beberapa orang memang punya rasa takut yang tinggi akan kegagalan. Dan tentunya untuk mencapai tujuan, kalian akan menghadapi banyak tantangan dan risiko. Jadi mau tidak mau harus dihadapi.

Tentunya, tidak ada proses baik yang berjalan instan. Kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu dihindari, melainkan sesuatu yang perlu dikelola risikonya. Manejemen risiko akan membuat sebuah kegagalan nggak akan berdampak besar dalam kehidupan.

5. Kebiasaan Menunda

Kebiasaan Menunda Waktu Pekerjaan
Kebiasaan Menunda Waktu Pekerjaan

“Entar aja lah, selama masih bisa dikerjain nanti, ngapain harus dikerjain sekarang?” Kata “entar” dan “nanti” lama-lama akan berubah menjadi “kelupaan” atau “nggak dikerjakan”. Inilah yang sering terjadi pada kebanyakan orang yang suka menunda-nunda sesuatu hingga akhirnya nggak dilakukan sama sekali.

Rasanya menunda sesuatu emang enak sih, karena kalian nggak perlu mengeluarkan effort untuk melakukan sesuatu yang dirasa ribet. Tapi dampaknya, kalian akan terbiasa dengan hal ini dan akan menyebabkan tubuh semakin malas. Rasa malas ini nantinya akan membuat hilang motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna.

6. Minder dan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Minder dan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Minder dan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain

Percaya kepada kemampuan diri sendiri itu sederhana. Tapi kadang orang malah terlalu fokus pada kesuksesan orang lain. Secara nggak sadar ini kerap dilakukan oleh banyak orang lho. Terkadang orang bisa merasa nggak pede karena sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang lebih sukses. Hal itu bisa menyebabkan seseorang hilang fokus dan parahnya, bisa membuat menyerah hanya karena diri sendiri tidak sebaik orang-orang yang sukses.

Kehilangan rasa percaya diri dapat membuat seseorang ragu bahkan cenderung takut untuk melakukan kegiatan-kegiatan baru. Akhirnya ia hanya berani melakukan hal-hal yang biasa ia lakukan saja. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Ya, jenuh.

Seseorang yang memiliki sifat minder akan menutup diri terhadap lingkungan luar, termasuk dalam berekspresi. Sehingga dunia baginya terasa begitu kaku. Kenyataannya, dunia justru tidak secanggung yang ia bayangkan.

7. Sering Mengalami Kegagalan

Sering Mengalami Kegagalan
Sering Mengalami Kegagalan

Kesuksesan terjadi bukan karena sebuah insiden kebetulan semata, namun terjadi dari beribu-ribu kegagalan. Barang siapa berhasil bertahan melewatinya, maka layak disebut pemenang sejati. Karena pemenang sejati nggak akan berhenti sampai ia mendapatkan sesuatu yang diimpikannya.

Pepatah mengatakan, “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.” Sesungguhnya kesuksesan itu adalah melewati banyak kegagalan dan nggak berhenti di tengah jalan. Jadi, masih ada yang ingin menyerah? Semoga nggak ada.

8. Terjebak Masa Lalu

Terjebak Peristiwa Masa Lalu
Terjebak Peristiwa Masa Lalu

Terjebak romantisme zaman masa lalu. Maksudnya adalah seseorang yang selalu membandingkan keindahan masa lalunya dengan kesulitan di masanya saat ini. Akibatnya ia akan selalu terbelenggu dalam dunianya di masa lalu. Ia seolah menutup mata pada masa depan, yang sesungguhnya perlu ia perjuangkan demi keberlangsungan hidupnya, juga kesuksesannya.

Sikap ini juga bisa timbul dari penyesalan yang berkepanjangan terhadap sesuatu yang telah terjadi. Perlu disadari bahwa sesuatu yang telah terjadi nggak bisa diperbaiki dengan cara mengulangnya kembali ke masa lalu. Tetapi kesalahan tersebut masih bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, yaitu dengan cara menjadikannya sebagai pelajaran hidup.

Kesimpulan

Itu tadi 8 hal yang bisa bikin hilang motivasi. Jika alasan-alasan di atas ada pada kalian, yuk buang jauh-jauh alasan yang nggak perlu dan segera bangkit agar segala kebaikan datang menghampiri. Mungkin masih ada faktor-faktor lainnya yang belum disebutkan yang dapat memengaruhi semangat hidup seseorang. Kalian bisa share faktor lainnya di kolom komentar.

Jika kalian merasa artikel tentang 8 penyebab hilangnya motivasi dan semangat hidup apapun bermanfaat, share ke teman-teman biar mereka nggak kehilangan semangat.

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.