7 Karakter Nggak Berguna Sepanjang Sejarah Video Game

Posted on

Disclaimer: Beberapa terdapat karakter yang lumayan mengandung spoiler, jadi Redaksi Cinta Damai nggak bertanggung jawab kalo kalian kena spoilernya. Nggak berguna yang dimaksudkan adalah nggak berguna saat battle, perannya secara personal, dan kegunaannya dalam cerita. Bukan ketika sudah gamenya tamat atau melewati “jalur alternatif” kisah lain.

Karakter mempunyai peran sangat penting di video game, khususnya untuk perkembangan cerita, “pendukung” tokoh utama, sampai sekedar pemanis dalam video game. Umumnya, karakter yang diciptakan itu memiliki peran yang cukup penting di game. Namun, tak semua pengembang membuat karakter video game buatannya memiliki peran yang berguna. Mulai dari karakter yang hanya hadir sebagai pengisi “kekurangan slot”, sampai karakter yang nggak berguna sama sekali ketika battle (bahkan dengan equipment terbaiknya sekalipun).

Kali ini Redaksi Cinta Damai berikan tujuh karakter yang nggak berguna sepanjang sejarah video game. Urutannya berdasarkan abjad ya.

1. Karakter Ashley dalam Resident Evil 4 (PC, PlayStation 2, PlayStation 3, Xbox 360)

Karakter Ashley dalam Resident Evil 4
Karakter Ashley dalam Resident Evil 4

Lambat dan nggak cerdas mungkin adalah kata yang dapat merepresentasikan Ashley di Resident Evil 4. Bayangin aja, kalian dipaksa buat terus mengayomi NPC yang bahkan nggak bisa melawan zombie atau minimal lari sampai sampai tujuan. Setiap dua detik saat kalian sibuk menghajar zombie di depan, mau nggak mau kalian harus mendengar “Leon, help” oleh sebab ia diserang zombie. Bikin frustasi? Ya pasti lah. AI yang ditempel ke Ashley seolah dikembangkan dengan separuh matang, ia bahkan nggak bisa menyelesaikan tugas simple yang mestinya ia selesaikan.

Ada gunanya? Tentu dia akan bermanfaat saat battle kalo Ashley udah mendapatkan armor, namun keadaan tersebut baru diperoleh saat kalian udah menyelesaikan gamenya, lalu membuka dan menuntaskan mini-game Separate Ways. Di samping itu? Tidak ada.

2. Karakter Captain Qwark dalam Ratchet and Clank (PlayStation 2, PlayStation 4)

Karakter Captain Qwark dalam Ratchet and Clank
Karakter Captain Qwark dalam Ratchet and Clank

Captain Qwark merupakan cerminan dari karakter gila hormat yang kaya raya. Akan tetapi, sebenarnya ia adalah karakter sok tau, pengecut, dan nggak punya keterampilan apapun dalam gamenya. Ia adalah karakter paling bebal yang malah bersekongkol dengan musuh dan nggak sadar kalo dia sendiri udah dibohongi oleh musuh.

Tujuannya bersekongkol dengan musuhnya hanyalah demi popularitas dan mengisi egonya semata. Meskipun demikian, Qwark-lah yang menjadikan game ini menjadi lebih berwarna dengan kebodohannya yang menggelikan. Di luar itu? Ia nggak berguna sama sekali.

3. Karakter Kimahri dalam Final Fantasy X (PlayStation 2, PC, PlayStation 4)

Karakter Kimahri dalam Final Fantasy X
Karakter Kimahri dalam Final Fantasy X

Muncul sebagai bodyguard dari Yuna, Kimahri terlihat paling kuat ketika perkenalan awalnya. Namun perannya semakin samar nggak nampak di tengah cerita, ia lebih condong berperan sebagai seorang penasihat, tetapi nggak memiliki impact apapun di kisah gamenya.

Meskipun ia pun memiliki cerita tersendiri di tengah cerita, tetapi kisahnya seolah menjadi suatu filler yang sebetulnya nggak begitu perlu buat ditambahkan. Bahkan mendekati akhir cerita, perannya seolah direbut oleh Tidus yang lebih berpengaruh. Nyaris semua keterampilan yang dapat Kimahri kerjakan justru dapat dilakukan dengan lebih baik oleh karakter lainnya. Hal ini secara nggak langsung membuatnya berada dalam posisi “pelengkap” saja di Final Fantasy X.

4. Karakter Minfilia dalam Final Fantasy XIV Online (PC, PlayStation 3, PlayStation 4)

Karakter Minfilia dalam Final Fantasy XIV Online
Karakter Minfilia dalam Final Fantasy XIV Online

Oke, mungkin kalian fans Final Fantasy XIV bakal protes mengapa karakter ini dimasukkan. Minfilia memang dicerminkan seolah dia bukan tipe NPC fighter yang dapat bertempur di medan perang. Ia ialah pemimpin dari organisasi utama game ini, Scions of the Seventh Dawn yang bakal terus menyuruh kalian buat menjalankan main story quest sampai menghajar boss tanpa berikan kontribusi apapun dalam ceritanya. Misalnya saja membantu kalian atau memberikan support lain untuk kalian.

Perannya secara tersirat seolah hanya sebagai NPC tokoh utama, yang kerjaannya cuman nyuruh-nyuruh kalian (yang seharusnya menjadi tokoh utama gamenya). Memang, dia memiliki salah satu kekuatan hebat yang dipunyai oleh hero lain, tetapi pada kenyataannya cuma kalianlah yang memiliki kontribusi terbesar dalam kisah gamenya.

5. [Spoiler Alert] Karakter Silvia dalam Dragon Quest XI (PlayStation 4)

Karakter Silvia dalam Dragon Quest XI
Karakter Silvia dalam Dragon Quest XI

Buat kalian yang belum memainkan gamenya di PC dan PlayStation 4 barangkali ini bakal jadi spoiler. Jadi betapa baik andai kalian skip membaca bagian ini kalo kalian nggak mau kena bocorannya. Oke, lanjut ya?

Jadi karakter ini sebenarnya adalah seorang ksatria yang mempunyai nama asli Goriate yang kabur dari rumah sebab cek cok dengan ayahnya yang jadi salah satu ksatria terkuat di dunia Dragon Quest XI. Alasannya? Karena ia memiliki impiannya sendiri agar jadi seorang entertainer sekaligus ksatria dengan caranya sendiri. Dengan kepribadiannya yang kemayu dan sifatnya yang konyol, ia adalah satu-satunya karakter yang paling nggak berguna saat battle. Kenapa?

Meskipun memiliki tiga senjata utama pedang dengan sekian banyak opsi senjata seperti cambuk dan dagger, damagenya paling kecil dan nggak begitu memiliki kombinasi mematikan dari skill support maupun elemennya. Ia adalah salah satu karakter yang nggak pengen kalian ikutkan dalam battle atau ketika melawan boss, khususnya boss terakhir sekuat apapun equipment dan skill yang ia miliki. Meskipun backstory dan character progressionnya ditulis dengan sangat menarik, perannya di game ini terutama ketika battle hanya sebagai penghibur dan pelengkap saja.

6. Karakter The Dog dalam Duck Hunt (Super Nintendo)

Karakter The Dog dalam Duck Hunt
Karakter The Dog dalam Duck Hunt

Duck Hunt adalah game yang sangat simple namun menyenangkan yang pernah terdapat di Super Nintendo. Kalian hanya perlu menembak sebanyak beberapa bebek yang terbang di layar hingga skor tertinggi. Namun, tahukah kalian bahwa The Dog adalah satu-satunya karakter maskot dalam game ini?

Mungkin karakter ini bermanfaat untuk menunjukkan bahwa kalian sukses menembak bebek yang terbang. Namun, perannya seolah berbalik menjadi satu-satunya karakter yang ingin sekali kalian tembak kalo kalian gagal menembak satupun bebek yang terbang di layar. Ia hanya akan menewartai kalian ketika gagal, apa faedahnya?

7. Karakter Tim AI Single-player dalam Battlefield 3 (PC, PlayStation 3, Xbox 360)

Battlefield 3
Battlefield 3

Peran Frostbite Engine memang sangat mempesona di Battlefield 3, ia sukses memberikan visual luar biasa yang paling memanjakan mata pada masa itu. Namun sayang, nggak diimbangi dengan AI-nya yang tampak nggak cerdas saat permainan single-player, khususnya ketika berada di pihak tim kalian.

Semua yang mereka kerjakan seolah nggak ada gunanya sama sekali. Mereka bahkan nggak bisa menembak dengan baik dan meringankan pekerjaan kalian menembaki musuh. Keberadaan mereka seolah hanya sebagai pelengkap supaya kalian memiliki “companion AI”, dan menghidupkan kisah gamenya yang nggak begitu unik jika dikomparasikan dengan Bad Company 2.

Itulah ketujuh karakter yang paling ngga berguna dalam sepanjang sejarah video game versi Redaksi Cinta Damai. Apakah karakter kalian nggak terdapat dalam list ini? Kalau ya, yuk bagi pengalaman kalian di kolom komentar. Siapa sih karakter yang menurut kalian nggak berguna dalam video game?

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.