Belajar Menyimak Perkataan Gus Dur yang Membekas dan Tak Pernah Usang

Posted on

Sosok KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masih menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Meskipun beliau udah meninggal sejak tahun 2009 silam, ajaran-ajaran beliau masih tertanam dalam sanubari masyarakat Indonesia. Seakan-akan perkataan Gusdur selalu membekas dan tak pernah usang ditelan zaman.

Presiden Gus Dur di Istana
Presiden Gus Dur di Istana

Sekilas tentang KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur

Abdurrahman Wahid dilahirkan pada tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang di Pesantren milik kakeknya. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Putra pasangan KH. Wahid Hasyim dan Hj. Sholeh ini sejak berusia belasan tahun sudah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel, dan juga buku-buku lainnya.

Selain hobinya membaca, beliau juga suka main bola, catur, dan musik. Masa-masa remaja Gus Dur kebanyakan dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo, Magelang. Sehabis itu beliau pindah tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Pada tanggal 20 Oktober 1999, Abdurrahman Wahid terpilih secara sah sebagai Presiden Indonesia ke-4.

Presiden Abdurrahman Wahid
Presiden Abdurrahman Wahid

Selama menjadi presiden, nggak sedikit pemikiran Gus Dur yang kontroversial. Beliau wafat pada 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 WIB pada usia 69 tahun. Sedih.

Belajar Menyimak Perkataan Gus Dur

Meski dirinya telah lama tiada, namun bukan berarti jasanya berhenti sampai di situ. Baik ketika sedang menjabat atau sedang santai, almarhum Gusdur selalu mengeluarkan kelakar bijak diselingi guyonan-guyonan ala dirinya. Tentu saja di balik perkataannya selalu ada makna dalam yang kadang tersirat kadang tersurat.

Gusdur

Gus Dur yang nyentrik dan ceplas-ceplos serta sering berkata gamblang tanpa basa-basi membuat apapun yang beliau ucapkan selalu menarik perhatian. Meskipun disampaikan dengan gaya yang kocak, makna-makna dari ucapannya selalu dalam alias so deep. Inilah yang ngebuat orang-orang kagum dan kangen dengan sosok beliau.

Selain terkenal karena pandangan nyentriknya, Gus Dur juga dikenal sebagai pemilik banyak petuah bijak serta selera humor tinggi yang bisa ngebikin orang tertawa sekaligus mikir pada saat yang sama. Berikut ini adalah quote-quote dari Gus Dur yang bisa ngebuat pikiran lebih terbuka. Supaya pikiran nggak sempit dan mudah terprovokasi. Biar makin semangat dan nggak mudah nyerah sama keadaan.

66 Kutipan Gus Dur yang Membekas dan Tak Pernah Usang

Sabar itu gak ada batasnya, kalau ada batasnya berarti gak sabar.

Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng.

Kalau ingin melakukan perubahan jangan tunduk terhadap kenyataan, asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan.

Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya Arab. Bukan untuk aku jadi ana, sampeyan jadi antum, sedulur jadi akhi. Kita pertahankan milik kita, kita harus filtrasi budayanya, tapi bukan ajarannya.

Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga.

Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.

Al-Qur’an sudah menetapkan agama yang benar disisi Allah adalah Islam. Namun tidak berarti negara tidak boleh memberikan perlakuan yang sama kepada semua agama.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 83

Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tenpa mebedakan latar belakang ras, suku agama dan asal muasal, di muka-undang-undang.

Apakah yang akan dikenakan nabi Muhammad, “Seandainya beliau hidup di masa kini? Tetap berjubah sajakah, seperti orang arab dari pedalaman semenanjung bergurun luas itu, ataukah mengenakan pakaian “lebih universal”, seperti celana, dasi, dan jas?

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 35

Jika kita berpegang teguh pada dasar-dasar Islam, kemudian kita berusaha untuk mempertahankannya dari sesuatu yang menurut kita sebuah ancaman, maka karena hal ini lah, kita sekarang melihat banyak orang mempertahankan kekuasaan, mempertahankan wilayah, mempertahankan segala hal yang mendasar dengan kepercayaan bahwa mereka membela Islam.

Jika kita muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa.

Bukankah masalah ketuhanan memang rumit? Mungkin sengaja dibuat rumit oleh Tuhan, agar kita tertuntut untuk senantiasa berada dalam upaya pencarian hakikat-Nya, walaupun itu tidak akan pernah tercapai. Upayanya yang penting, bukan tercapainya hasil mutlak.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 74

Dalam hidup nyata dan dalam perjuangan yang tak mudah, kita bukan tokoh dongeng dan mitos yang gagah berani dan penuh sifat kepahlawanan.

Demokrasi harus berlandaskan kedaulatan hukum dan persamaan setiap warga negara tanpa membeda-bedakan.

Tuhan tidak perlu dibela karena DIA yang Maha Kuasa.

Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.

Bangsa ini menjadi penakut! Karena tidak berani dan tidak mau bertindak menghukum yang bersalah.

Agama jangan jauh dari kemanusiaan.

Agama mengajarkan pesan-pesan damai dan ekstremis memutarbalikannya.

Guru spiritual saya adalah realitas. Dan guru realitas saya adalah spiritualitas.

Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya, merendahkan dan menistakan manusia berarti merendahkan dan menistakan penciptanya.

Tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu dipertahankan mati-matian.

Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa ada perbedaan.

Allah itu maha besar. Ia tidak memerlukan pembuktian akan kebesaran-Nya. Ia Maha Besar karena Ia ada, apapun yang diperbuat orang atas diri-Nya, sama sekali tidak ada pengaruhnya atas wujud-Nya dan atas kekuasaan-Nya.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela h. 67

Membiarkan terjadinya korupsi besar-besaran dengan menyibukkan diri dengan ritus-ritus hanya akan berarti membiarkan berlangsungnya proses pemiskinan bangsa yang semakin melaju.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela h. 87

Ternyata kepentingan Nasional memiliki hukum-hukumnya sendiri, yang dalam banyak hal ‘dimanfaatkan’ untuk kepentingan agama. Ia dapat menciptakan ikatan kebangsaan untuk mengkonkretkan hidup beragama. Tidak sebaliknya.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela h. 71

Tidak penting apapun agamamu atau sukumu, kalo kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, karena orang tidak pernah tanya apa agamamu.

Di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso).

Keragaman adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas ciptaan-Nya.

Islam datang bukan untuk mengubah budaya leluhur kita jadi budaya arab, bukan untuk “aku” jadi “ana” bukan “sampean” jadi “antum”, “sedulur” jadi “akhi”. Pertahankan apa yang jadi milik kita, kita harus serap ajarannya bukan budaya Arabnya.

Kalau Anda tidak ingin dibatasi, janganlah Anda membatasi. Kita sendirilah yang harusnya tahu batas kita masing – masing.

Kalau sekarang ini ada yang menjelekkan nama Islam, kita didik agar membawa nama Islam yang damai.

Kita butuh Islam yang ramah bukan Islam yang marah.

Tujuh puluh persen wilayah Indonesia adalah air asin, karena itu mengapa kita mengimpor garam? Okelah kalau bodoh, tapi mengapa sengaja bodoh?

Bukankah dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa menerima perbedaan pendapat dan asal muasal bukanlah tanda kelemahan melainkan awal dari kekuatan.

Islam janganlah dihayati sebagai ideologi alternatif. Ia harus dilihat sebagai hanya salah satu elemen ideologis yang melengkapi bangunan keindonesiaan yang telah terbentuk.

Islam yes, partai politik ( islam ) no.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 4

Saya mengatakan kepada murid-murid bahwa kita mampu mendesak tanpa melakukan kekerasan, dan kita bisa berjalan ke arah demokrasi tanpa kekerasan. Dengan cara itu, Tuhan akan merestui kita.

Semakin tinggi martabat manusia yang menjadi pemeluknya maka semakin tinggi pula martabat agama itu sendiri.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela h. 87

Al-Hujwiri mengatakan: Bila engkau menganggap Allah itu ada hanya karena engkau yang merumuskannya, hakikatnya engkau sudah menjadi kafir. Allah tidak perlu disesali kalau Dia menyulitkan kita. Juga tidak perlu dibela kalau orang menyerang hakikat-Nya.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 67

Keragaman adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas ciptaan-Nya.

Di negeri kita demokrasi belum lagi tegak dengan kokoh masih lebih berupa hiasan luar bersifat kosmetik daripada sikap yang melandasi pengaturan hidup yang sesungguhnya.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela h. 224

Keberhasilan pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam mensejahterakan umat yang mereka pimpin.

Marx harus diikuti analisisnya terhadap keadaan, tetapi jangan begitu saja dituruti dalam kesimpulan. Dengan kata lain, Marxisme haruslah dipahami sebagai kenyataan sejarah, tetapi belum tentu memiliki kebenaran transendental.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 191

Saya seorang pengikut atau pengagum Mahatma Gandhi.

Saya tidak berbicara dengan kata mungkin.

Saya tidak khawatir dengan dominasi minoritas. Itu lahir karena kita yang sering merasa minder.

Islam itu tidak perlu dikerek jadi bendera.

Negara ini paling kaya di dunia, tetapi sekarang jadi paling melarat, karena koruptor tidak ditindak.

Saya datang ke makam, karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi.

Ya, hal yang paling penting tentang Islam adalah bahwa kita harus membedakan dua jenis Islam. Yang pertama adalah dasar-dasar Islam. Yang kedua, budaya Islam.

Persamaan teologis antara dua agama tidak akan mungkin ada, kalau diartikan sebagai hak merumuskan kebenaran mutlak Tuhan. Namun persamaan kedudukan dimuka hukum dapat ditegakkan, selama ada yang memberi perlakuan sama.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 84

Pertanyaan dasarnya adalah, sanggupkah kita sebagai bangsa mengembangkan sikap meninggikan kepentingan bersama itu dan mengalahkan kepentingan pribadi para pemimpin bangsa kita?

Tergantung pemerintah. Kalau pemerintah campur tangan terus dalam segala hal yang terjadi, adalah kami tidak ada jalan lain adalah membisikkan pada para pemilih golput aja bareng-bareng.

Islam harus dipagari rapat-rapat dari kemungkinan penyusupan gagasan yang akan merusak kemurniannya. Tanpa disadari, mental seperti itu justru merupakan pengakuan terselubung akan kelemahan Islam.

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 115

Pemahaman apa pun yang berbeda apalagi bertentangan bisa menjadi bibit – bibit perpecahan apalagi bertentangan, bisa menjadi bibit-bibit – bibit perpecahan dan persatuan bangsa.

Tidak ada TKI yang ilegal, yang ada negera memperlakukan pembiaran-pembiaran terhadap tumpah darah bangsanya.

Mari kita bangun bangsa dan hindarkan dari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah, inilah tugas kesejarahan kita yang tidak boleh kita lupa.

Mari kita tanya dalam hati kita, apakah kita ini berjuang untuk suatu kepentingan yang besar yaitu kedamaian dan keutuhan NKRI.

Demokrasi itu bukan hanya tak haram, tapi wajib dalam Islam. Menegakkan demokrasi itu salah satu prinsip Islam, yakni syuro.

Keutuhan negara hanya akan tercapai kalu ia memberikan perlakuan yang sama dimuka hukum

Sumber: Tuhan Tidak Perlu Dibela 84

Meskipun takut kita jalan terus, berani melompati pagar batas ketakutan tadi, mungkin disitu harga kita ditetapkan.

Sejarah lama kita sebagai bangsa memang sangat menarik. Rasa tertarik itu timbul dari kenyataan bahwa yang ditulis sering tidak sama dengan yang terjadi.

Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesehjahteraan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

Terlalu banyak orang-orang Islam yang gagal dalam mencerna Islam, yang mengajarkan untuk berbelas kasih terhadap sesama dan mengerti sistem norma mereka, mengetahui bahwa ini di toleransi oleh Islam sebagai sebuah agama.

Abdurrahman Wahid dalam World Economic Forum Annual Meeting di Davos tahun 2000
Abdurrahman Wahid dalam World Economic Forum Annual Meeting di Davos tahun 2000

Semoga kutipan dari Gus Dur tadi bisa membantu dalam memahami makna perbedaan dan mulai menerima setiap perbedaan yang ada. Semoga menjadi semakin mencintai keragaman yang ada di Indonesia ini karena keragamaan adalah milik Indonesia dan seluruh tumpah darahnya.

Cara Gus Dur melontarkan humor-humor segar barangkali bisa menjadi jalan alternatif untuk menghadapi kenyataan yang kadang pahit. Namun segala belokan dan tanjakan hidup itulah yang justru menjadikannya berkesan. Pas ada masalah datang, ya dihadapi aja. Pas ketemu orang yang punya pandangan dan keyakinan beda, ya dihargai saja. Waktu lagi mengalami kegagalan, ya bangkit lagi aja. Gitu aja kok repot!

Gambar Gravatar
Cinta Damai adalah website hiburan dan motivasi dalam kehidupan. Jangan lupa bahagia dan jangan panik mari piknik.