Cinta Damai

Mengubah Kebiasaan

Mengubah kebiasaan adalah salah satu hal yang berat dilakukan oleh manusia. Ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang ingin kita ubah. Biasanya kebiasaan buruk. Tapi susahnya minta ampun. Kata motivator karena sudah terjebak di zona nyaman.

Lalu bagaimana caranya mengubah kebiasaan untuk hidup yang lebih baik? Tentu saja dimulai dari niat yang kuat dan dilakukan dengan sedikit demi sedikit tapi rutin. Memang berat di awal tapi ketika kebiasaan sudah berubah maka semuanya terasa ringan.

Kita Hanya Perlu Berubah 1% Saja Setiap Hari

Yak benar sekali. Tidak usah berubah banyak-banyak. Cukup melakukan 1% saja perubahan ke arah yang lebih baik. Asal kita lakukan setiap hari secara konsisten maka selama setahun kita meningkat 365% ke arah yang lebih baik.

“Aku tidak takut dengan orang yang berlatih 10.000 tendangan tapi hanya satu kali. Yang aku takutkan adalah orang yang berlatih satu tendangan, tapi sebanyak 10.000 kali.” – Bruce Lee

Awalnya memang susah. Seperti teori kelembaman. Ibarat kita mendorong mobil, awalnya memang berat. Tapi ketika sudah bisa jalan maka terasa ringan. Apalagi ketika mesinnya berfungsi baik maka kita bisa melakukan percepatan. Hanya butuh sedikit dorongan di awal saja.

Bagi kita yang punya kebiasaan buruk dan ingin berhenti misalnya. Tidak perlu menunggu turning point atau titik balik seperti operasi jantung atau masuk ICU. Kurangi kebiasaan buruk kita sedikit demi sedikit secara konsisten. Berat sih. Tapi untuk hidup yang lebih baik.

Bisa juga yang ingin hidup lebih sehat. Kurang-kurangin makan junk food. Mulai rutin olahraga. Tidur yang cukup. Kurangi begadang biar bisa bangun pagi. Biar bisa liat sunrise.

Sunrise di Semeru

Sunrise di Semeru

Saya juga lagi berusaha mengubah kebiasaan. Salah satunya adalah mencoba membiasakan ngeblog rutin. Hehe. Ya. Mengisi blog ini secara rutin entah random atau bagus bodo amat. Yang penting posting.

Memang ngomong doang gampang. Secara teori sih bisa aja. Tapi pada kenyataannya susah. Prakteknya sulit. Ya memang tidak semudah yang kita kira. Tapi demi masa depan yang lebih baik. Kenapa tidak dicoba?

“Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai saat ini.” – AA Gym

Mengenang 3 Tahun Pembuatan Film Origami Untuk Sherly

Tak terasa 4 tahun eh 3 tahun berlalu saat proses pembuatan Film Origami Untuk Sherly. Film ini mungkin sama sekali tidak penting buat kalian. Tapi proses pembuatan film ini sangat penting bagi fase persahabatan kami, IS3 Tetap Kokoh Tetap Kuat.

Film ini menceritakan tentang pemuda yang jatuh cinta pada seorang pemudi. Tapi pemudi menolak cinta pemuda tersebut tanpa alasan yang jelas. Di akhir cerita, pemuda sukses dan mengetahui pemudi sudah meninggal karena penyakit yang diderita sejak lama. Ternyata pemudi menolak cintanya karena tidak ingin pemuda tersebut terlalu sakit hati karena dia tahu umurnya tidak lama lagi. Intinya kayak gitu lah.

Ide cerita ini sama sekali bukan dari kami anak-anak IS3. Tapi dari sebuah pemaksaan seorang guru. Hehehe. Sebelumnya kami sudah menyiapkan skenario yang ternyata di mata sang guru tidaklah menarik. Itu bukanlah pertama kali idealisme saya tidak diterima. Tapi semua harus terus lanjut. Kami sekelas mengalah.

Lanjut dengan ide cerita dari guru kami, Bu Ida. Saya akhirnya membuat sebuah Tim Penulis Skenario agar skenario film bisa dibuat lebih cepat. Di awal sebenarnya saya lah yang bertugas menulis skenario sekaligus menyutradarai. Tapi waktu tidak cukup.

Akhirnya skenario hampir jadi dan langsung aja dilakukan pengambilan gambar. Kami menyewa seorang camera person sekaligus nantinya menjadi editor yang biasa dipanggil Mas Gepenk.

Mas Gepenk dari Fat Studio

Mas Gepenk dari Fat Studio

Pengambilan gambar pertama di rumah Yoyok. Selanjutnya kami menghabiskan adegan yang harus di rumah Yoyok dengan pertimbangan gak enak lama-lama numpang rumah orang buat syuting. Ada juga pengambilan gambar di desa. Kemudian pengambilan gambar dalam mobil dan naik-turun bis.

Pengambilan gambar lainnya di dinas pertanian kota Magelang. Tepat tanggal 1 Muharram tahun 2012 kalo tidak salah. Lumayan lama persiapan nunggu cewek-cewek dandan padahal dandanannya cuma gitu-gitu aja.

Pengambilan gambar lainnya di taman lansia. Lalu di pinggir jalan dekat taman lansia. Kemudian lain kesempatan pengambilan gambar di rumah Bunda Etika. Di sana bikin kuburan palsu juga. Lumayan lama pengambilan gambar dan lumayan di banyak tempat juga. Tapi akhirnya selesai.

Ada banyak yang cinlok. Tapi yang jadian cuma 3 pasang. Wkwkwk.

Ada banyak yang cinlok. Tapi yang jadian cuma 3 pasang. Wkwkwk.

Saat pengeditan juga lumayan lama. Saya dan teman-teman mesti bolak-balik Magelang Salaman untuk mengedit video yang telah direkam. Saat dilihat ternyata tidak ada kesinambungan antara video yang satu dengan video yang lain. Akhirnya saat proses pengeditan juga kita masih ngambil gambar lagi agar lebih pas.

Kami juga sempat menambah adegan dengan menggunakan kamera milik Dimas Prasetyo alias Kenthank Iinginjadiibrandalan. Tapi karena kesalahan teknis (sebenarnya tertuduh kesalahan Salies tapi gak usah bilang Salies kalo kesalahannya) video yang direkam tertumpuk dengan video sekelas yang di Stadion Abu Bakrin. Jadi kamera itu kalo dimundurkan kasetnya (biasanya buat nonton video yang telah direkam) lalu buat ngerekam lagi bisa ketumpuk dan video sebelumnya hilang.

Jadilah film itu hanya menggunakan video hasil dari rekaman Mas Gepenk saja. Untuk mengantar penonton dari adegan satu ke adegan lain akhirnya diputuskan untuk memberi narasi. Dan jadilah Muthik sebagai narator.

Begitulah proses pembuatan video sampai akhirnya berhasil dirender lalu dikemas dalam bentuk DVD. Ada juga yang hasil sebelumnya yang salah opening. Yaitu bagian yang menerangkan bahwa ini tugas sosiologi tapi ditulis tugas Bahasa Indonesia. Nah video inilah yang saya upload ke Youtube.

Tentu saja pas editing saya tanya musik apa saja yang mau dipake. Banyak usulan. Ternyata lagunya banyak mengandung copyright. Jadinya di Youtube banyak iklannya. Yang untung tentu saja para musisi dan label yang menaungi mereka. Bukan saya.

Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, film ini sebenarnya merupakan sebuah tugas mata pelajaran sosiologi di kelas XII IPS SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Artinya semua kelas IPS membuat film. Tapi di akhir ternyata film kami lah yang paling panjang dan paling mendingan. Wkwkwk.

Itulah kenangan saya saat menjadi sutradara sotoy dan ngawur. Saat saya masih SMA dulu. Saya sebenernya pengen lanjut bikin film lagi. Minimal film pendek aja gak papa bareng temen-temen yang dulu bikin Film Origami Untuk Sherly. Film yang dibuat lebih serius dan lebih berkualitas. Semoga saja suatu saat bisa terwujud. Aamiin.

Islam yang Tidak Memandang Golongan

Saya lahir di Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Di sana saya tidak pernah mendapat pertanyaan tentang Islam golongan apa saya.

Masyarakat di sana paling pol tanya, “Agamamu apa?”

Paling pol itu. Pada kenyataanya jarang sekali orang di sana menanyakan tentang agama.

Saya ngaji di Sokaraja di tiga lokasi berbeda. Pertama di rumah guru ngaji, kedua di madrasah dekat pertigaan, ketiga di mushola. Eh empat ding. Keempat di madrasah agak jauh.

Seingat saya, dulu saya tidak pernah diajari, “Kamu Islam itu. Kamu Islam ini.”

Yang saya tahu cuma Islam itu ya belajar ngaji, sejarah nabi, tata cara beribadah, dll.

Walaupun depan rumah saya orang-orang bilang LDII yang kalo masuk rumahnya trus habis itu dipel, saya tetap bermain dengan anaknya dan pernah sekali masuk ke rumahnya. Saya tidak tau habis itu dipel apa enggak sih. Sedangkan teman-teman saya yang lain saya tidak tau mereka Islam apa. Seperti saya ini.

Kemudian kelas 2 SD saya pindah ke Kabupaten Magelang. Di Magelang saya juga ngaji di 3 lokasi. Kalo agak sore ke TPA yang diasuh Bu Fah. Kalo agak malem ke Pondok yang diurus mas-mas pondok.

Saya tinggal persis di seberang jalan depan rumah kiyai. Kalo saya sih nyebutnya Pak Dur. Namanya Abdurrahman Chudory kalo gak salah. Berdekatan dengan Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Magelang. Pondok tempat mantan presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid) belajar dulu.

Halal bi halal keluarga besar

Acara halal bi halal salah satu keluarga besar saya di Tegalrejo.

Di Tegalrejo tentu saja kental dengan suasana NU. Tapi di sana saya tidak ditanya saya Islam golongan apa.

Kemudian saya pindah ke Cawangan, Desa Wonosuko, masih kecamatan Tegalrejo. Saya sudah tidak belajar mengaji lagi di pondok setiap habis magrib. Tapi saya ngaji di madrasah di Wonosuko setiap sore. Kemudian berhenti karena kelas 6 SD lebih sering les pelajaran sekolah ke Pak Budi di Desa Gentan.

Saat SMP saya tinggal di asrama di sebuah SMP Islam Terpadu di Pabelan, Mungkid, Magelang. Di sana saya juga tidak ditanya saya Islam golongan apa. Bahkan sampai kelas 9 saya masih kurang paham apa itu sunni apa itu syiah.

Kemudian saya melanjutkan sekolah ke pondok pesantren Husnul Khotimah di Kuningan, Jawa Barat. Saya juga tidak ditanya saya Islam golongan apa. Walaupun akhirnya saya pindah sekolah ke Magelang lagi dan terdampar di SMA Muhammadiyah 1 kota Magelang.

Barulah saya ditanya oleh teman saya sendiri, “Jang kowe NU po Muhammadiyah?”

Artinya, “Jang kamu NU apa Muhammadiyah.”

Saya bingung mau jawab apa. Karena saya bukan keduanya.

Lalu saya jawab, “Aku hudu NU, hudu Muhammadiyah.”

Artinya, “Aku bukan NU, bukan Muhammadiyah.”

Teman saya menimpali, “Berarti kowe ra nduwe pendirian.”

Artinya, “Berarti kamu tidak punya pendirian.”

Akhirnya saya jawab, “Aku ahlus sunnah wal jama’ah.”

Bagi saya tidak penting menanyakan Islam golongan apa atau menuduh orang termasuk Islam golongan apa. Apalagi sampai memandang rendah golongan lain dan menyombongkan golongannya sendiri.

Pemahaman agama saya memang masih dangkal. Tulisan ini bukan untuk orang dangkal agar mengikuti saya. Ikuti saja gurumu yang sudah terbukti. Tulisan ini adalah untuk mencurahkan apa yang ada di hati dan pikiran saya. Apabila ada yang salah tolong dibenarkan.

Begitulah tulisan tidak jelas dari saya. Bagaimana pendapatmu?

Akhirnya… Setelah tertunda sekian minggu… Saya bisa menyelesaikan vlog part 1 ini. Part kali ini akan mendokumentasikan bagaimana saya bisa sampai ke Ranu Kumbolo.

Mulai dari naik kereta. Sampai stasiun Malang Kota Baru. Naik angkot ke Pasar Tumpang. Naik jeep ke Ranu Pane. Jalan kaki ke Ranu Kumbolo.

Dan saksikan bagaimana keindahan Ranu Kumbolo di sini.

Selamat menikmati…

Udah lumayan lama aku nggak posting di blog kesayanganku ini. Hehehe. Tapi beruntung tadi malem ketemu trit di kaskus yang bikin ngakak sendiri. Dan sekarang trit tersebut sudah dihapus pihak kaskus. Kabarnya sih karena menyinggung isu politik yang sedang panas di negeri ini. Cieh.

Meme “Tok Tok Tok” kali ini akan terasa lucu jika kita paham lagunya. Kalau nggak paham lagunya ya nggak bakalan ngakak. Aku sendiri juga ada beberapa yang nggak paham kayak yang korea ama beberapa lagu. Tapi kalau tau lagunya dijamin bakal ngakak hebat. 😀

Okeh langsung aja menuju meme pertama.

1. Meme Adam Mbah Dukun Alam

Meme Tok Tok Tok Adam Mbah Dukun Alam

2. Meme Thank You For Loving Me

Meme Thank You For Loving Me

3. Meme Armand Maulana Gigi

Meme Armand Maulana Gigi

4. Meme Oplosan

Meme Oplosan

5. Meme Yunho Me So Well

Meme Yunho Me So Well

6. Meme Tok Tok Tok Sabina

Meme Tok Tok Tok Sabina

7. Meme Tok Tok Dok Kudis Be Love Doctor Oz

Meme Tok Tok Dok Kudis Be Love Doctor Oz

8. Meme Tok Tok Tok Apem Wrecking Ball

Meme Tok Tok Tok Apem Wrecking Ball

9. Meme Tok Tok Tok Egilah Kasih Kejarlah Keinginanmu Selagi Masih Ada Waktu

Meme Tok Tok Tok Egilah Kasih Kejarlah Keinginanmu Selagi Masih Ada Waktu

10. Meme Tok Tok Tok Mandra Mungkin Selimut Tetangga

Meme Tok Tok Tok Mandra Mungkin Selimut Tetangga

11. Meme Hendra Will Always Love You

Meme Hendra Will Always Love You

12. Meme Tok Tok Tok Berniaga

Meme Tok Tok Tok Berniaga

13. Meme Tok Tok Tok Jaelani Bukan Jalanku

Meme Tok Tok Tok Jaelani Bukan Jalanku

14. Meme John Legend All of Me

Meme John Legend All of Me

15. Meme Masha Lalu Biarlah Masa Lalu

Meme Tok Tok Tok Masha Lalu Biarlah Masa Lalu

16. Meme Tok Tok Tok Wahyu Gotta Be So Rude

Meme Tok Tok Tok Wahyu Gotta Be So Rude

17. Meme Tok Tok Tok Tatsma Badeh

Meme Tok Tok Tok Tatsma Badeh

18. Meme Epribody Knew SBY

Meme Epribody Knew SBY

19. Meme Raisa SBY

Meme Raisa SBY

20. Meme Tok Tok Tok SBY

Meme Tok Tok Tok SBY

21. Meme Masha Lalu Kamu Mas

Meme Tok Tok Tok Masha Lalu Kamu Mas

22. Meme Dikacangin Sama Gebetan

Meme Dikacangin Sama Gebetan

23. Meme Ayam Sorry Terjadi Kesalahan Teknis

Meme Ayam Sorry Terjadi Kesalahan Teknis

24. BONUS! Meme Adera Dancow Hadir Merubah Segalanya

Meme Adera Dancow Hadir Merubah Segalanya

HUAHAHAHAHA! Yak begitulah meme kali ini. Ternyata nggak semuanya lagu ya. Bisa juga modifikasi yang penting konsepnya tok tok tok gitu. Hehehe. Semoga kalian bisa terhibur dengan postingan kali ini. Keep smile! Keep kece! Thanks for reading!

Salam Cinta Damai!

Nb: Owh ya. Buat Pak SBY apabila merasa resah dengan gambar yang saya upload, Anda bisa mention twitter saya @masjangka dan bilang baik-baik supaya saya hapus. Saya WNI cinta damai Pak. Makasih.

« Older posts

Copyright © 2016 Cinta Damai

Theme by Anders NorenUp ↑